Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Yastroki: Perlu Roadmap Terintegrasi Untuk Cegah Stroke Makin Tinggi

Yastroki: Perlu Roadmap Terintegrasi Untuk Cegah Stroke Makin Tinggi

Health Adi P11 Februari 2026 / 15:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ketua Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H. (Foto:Tutur/AdiP)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Ketua Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS., MH, menegaskan perlunya peta jalan (roadmap) nasional dalam penanganan stroke yang terintegrasi dari tingkat komunitas hingga rumah sakit, termasuk penguatan sistem layanan kesehatan digital.

Ditemui usai menjadi panelis Indonesia Health Economy Association (InaHEA) di Jakarta (10/2/2026), Tugas menyatakan dalam forum yang dihadiri para pemangku kepentingan penanganan penyakit jantung dan penyakit tidak menular lainnya dari dalam dan luar negeri itu, Yastroki mengusulkan sejumlah program penting untuk menangani dan mencegah stroke di Indonesia. Menurutnya, pendekatan penanganan stroke tidak bisa hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga harus menyentuh pemulihan sosial dan ekonomi pasien pascastroke.

“Kita sampaikan perlunya peta jalan bersama yang komprehensif tentang penanganan serangan stroke secara nasional. Juga bagaimana akses untuk rehabilitasi, akses rehabilitasi ekonomi, dan juga soal keterlibatan komunitas, dalam satu sistem digital healthcare.” kata Tugas kepada redaksi tutur. co.id.

Data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat prevalensi stroke nasional sebesar 8,3 per 1.000 penduduk. Adapun biaya perawatan per tahun terus meningkat, dan kini diperkirakan menghabiskan anggaran Rp5,7 triliun. Jumlah penderita stroke di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 2,7 juta orang, dan angka kejadian baru mencapai 713 ribu kasus. Pada usia di atas 25 tahun, setidaknya ditemukan 1 dari 4 orang mengalami stroke.

Berdasarkan analisis komunitas yang dilakukan Yastroki, Tugas mengelompokkan pasien pascastroke dalam tiga kelompok psikologis yang membutuhkan pendekatan berbeda. Kebijakan yang dibangun harus berbasis fakta lapangan dan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kita sampaikan juga di forum, berdasarkan  analisis di komunitas pasien pasca stroke itu ada tiga kelompok.  Kelompok yang semangatnya untuk pulih tinggi, kelompok yang pasrah saja, dan ketiga kelompok yang frustasi atau depresi. Dan bahkan ada yang kecenderungan untuk mengakhiri hidup. Ini penanganannya sangat berbeda.”

Baca Juga  Sheikh Ali Reza Pimpin Iran Usai Ayatollah Ali Khamenei Tewas

Kolaborasi dari Koperasi Desa Hingga Rumah Sakit

Dr. Tugas menjelaskan bahwa penanganan stroke harus melibatkan komunitas, koperasi desa, klinik, puskesmas, ambulans hingga rumah sakit dalam satu sistem yang terintegrasi. Ia mengusulkan agar koperasi desa Merah Putih yang di dalamnya ada gerai klinik, dimanfaatkan untuk kolaborasi menangani pasien stroke di desa-desa yang dijumpai pasien. Klinik-klinik ini bisa dikoneksikan dengan digital healthcare system.

“Perlu kolaboratif penanganan mulai dari komunitas. Klinik Koperasi Desa Merah Putih  bisa dimunculkan peran untuk  menangani stroke. Dari situ terus sampai rumah sakit, ada puskesmas, klinik, ambulans sampai rumah sakit secara berjenjang. Ini sebaiknya juga sudah dibangun dengan suatu proses digital healthcare system. Jadi layanan digital lah. Masyarakat sudah diperkuat dengan aplikasinya yang mudah diakses,” kata mantan Kepala Pusat Kesehatan TNI dan Kepala Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran ini bertutur.

Hipertensi Jadi Faktor Risiko Tertinggi Stroke

Mengacu pada data, Dr. Tugas menyebut hipertensi sebagai faktor risiko paling dominan penyebab stroke di Indonesia. ORang yang memiliki penyakit jantung juga memiliki risiko stroke lebih tinggi terkena stroke. Gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok, kurang olahraga, istirahat cukup juga menyumbang terjadinya stroke. Menurutnya, ketidakseimbangan diet seperti kurang sayuran dan vitamin, kelebihan karbo, dapat memicu hipertensi, diabetes, hingga akhirnya stroke.

“Yang paling tinggi faktor risiko itu karena hipertensi. Hipertensi. Yang kedua ada diabetes, ada penyakit jantung. Itu yang penting. Dan merokok itu penyumbang yang tinggi. Juga ada kecenderungan 96% orang Indonesia itu tidak suka makan sayuran. Banyak makan fast food, jadi ada ketidakseimbangan dalam diet.

Tugas menilai selama ini sistem kesehatan masih lebih banyak berfokus pada pengobatan dibandingkan pencegahan. Pencegahan yang dimaksud Tugas adalah dengan menerapkan panduan hidup CERDIK.  CERDIK adalah panduan gaya hidup sehat dari Kementerian Kesehatan RI untuk mencegah stroke dan penyakit tidak menular lainnya. Langkah-langkahnya meliputi: cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik dan olaharaga, diet seimbang, istirahat atau tidur yang cukup, dan terakhir kelola stress.

Baca Juga  Suspek Hantavirus Warga Kulon Progo, Hasil Lab Telah Keluar

“Kalau kita lihat sampai saat ini kan karena mungkin fokusnya itu lebih banyak pada pengobatan. Program preventif  mungkin kurang optimal gitu maksudnya. Jadi saya kira kembali pada awareness kita. Bagaimana menjaga, dulu kan ada pribahasa, lebih baik sedia payung sebelum hujan,” tambah Tugas.

Komisaris Utama PT Bio Farma ini menutup dengan penegasan bahwa penguatan komunitas dan sistem digital kesehatan bisa menjadi kunci menekan angka stroke nasional.

headline Kemenkes Stroke Tugas Ratmono
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Kepala BPJPH Tegaskan Babi & Alkohol Boleh Dijual, Asal Pakai Label Non Halal
Next Article Kabar Gembira, Menkes Siapkan Skema Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Bertemu SBY di Acara Prabowo, Jokowi: Tamunya Banyak Sekali

Toto Pribadi03 April 2026 / 19:31 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.