Jakarta (tutur.co.id) – Kabar bergabungnya mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam ke PSI menjadi topik hangat. Pasalnya, Nur Alam pernah meringkuk di penjara karena kasus korupsi. Saat itu Nur Alam divonis 12 tahun penjara karena menerima suap. Kabar bergabungnya Nur Alam ini tentu semakin melengkapi daftar panjang mantan koruptor yang kembali terjun di dunia politik tanah air.
Menanggapi semakin banyaknya mantan koruptor yang ‘tak tahu malu’ tersebut, Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan pandangannya. Menurutnya, semua kini tergantung pada masyarakat yang menilainya. Baik menilai partainya maupun menilai kadernya.
“Jadi kalau terkait masalah yang itu (mantan koruptor) ya pastinya masyarakat bisa menilailah. Masyarakat, semua pihak, termasuk juga partai-partai juga bisa menilai gitu. Nah yang paling penting adalah soal integritas. Diharapkan bahwa kader itu adalah orang-orang yang memiliki sebuah integritas. Jadi bukan hanya integritas pada orangnya, termasuk juga pada partainya juga,” kata Setyo Budiyanto.
Menurut Setyo Budiyanto, penilaian ini tentu akan mempengaruhi produk yang akan dihasilkan dan tentu penilaian itu tidak hanya masalah politik saja tapi juga berdampak pada kesejahteraan, pembangunan bahkan hukum juga.
“Oleh karena itu ya semua pasti diperlukan sebuah integritas yang relevan dengan kegiatan partai politik,” pungkas Setyo Budiyanto.

