Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Bukan Punya Febrie, Emas 47 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Proyek Bioetanol Lampung Masuk Tahap Baru, Konstruksi Ditargetkan Mulai 2026

Proyek Bioetanol Lampung Masuk Tahap Baru, Konstruksi Ditargetkan Mulai 2026

Energi & Tambang Galuh Parantri21 April 2026 / 16:15 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu usai melakukan pertemuan dengan Toyota Motor Asia di Jakarta, Senin (20/4/2026). (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu usai melakukan pertemuan dengan Toyota Motor Asia di Jakarta, Senin (20/4/2026). (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Lampung (tutur.co.id)- Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus mendorong percepatan pengembangan Proyek Bioetanol di Provinsi Lampung sebagai bagian dari transisi energi nasional. Proyek ini melibatkan Toyota, PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), dan Danantara Investment Management, dengan konstruksi ditargetkan mulai pada kuartal III 2026.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyampaikan bahwa pengembangan proyek ini telah berjalan sejak setahun terakhir, meski dilakukan secara tertutup. Saat ini, koordinasi telah terjalin antara PNRE dan mitra dari Jepang, termasuk Toyota Tsusho yang akan menjadi partner, serta dukungan teknologi dari konsorsium riset Jepang RaBIT.

Lampung dipilih sebagai lokasi proyek karena memiliki potensi kuat sebagai penyedia bahan baku seperti tebu, ubi, dan sorgum. Pemerintah juga telah melakukan pengawalan intensif sejak akhir 2025 hingga awal 2026, mulai dari koordinasi lintas kementerian dan BUMN, fasilitasi kerja sama teknologi, hingga identifikasi lokasi proyek.

Pengembangan bioetanol ini dirancang dalam dua tahap, yaitu tahap awal (pilot project) dengan kapasitas 60 kiloliter per tahun pada kuartal III 2027, serta tahap komersial sebesar 60.000 kiloliter per tahun pada kuartal IV 2028. Proyek ini mengadopsi pendekatan multi-feedstock dengan memanfaatkan limbah biomassa seperti kelapa sawit, jagung, dan sorgum, serta menggunakan teknologi generasi kedua (2G) untuk memastikan keberlanjutan pasokan.

Dari sisi kebijakan, pemerintah telah menyiapkan roadmap mandatori pencampuran bioetanol dalam bahan bakar, yaitu E5 pada 2026–2027, meningkat menjadi E10 pada 2028–2030, hingga menuju E20 dalam jangka panjang.

Todotua menegaskan bahwa pengembangan proyek ini penting untuk mendukung kesiapan Indonesia menuju mandatori E10 sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan bakar yang dalam satu dekade terakhir masih mencapai sekitar 61 persen. Selain itu, fluktuasi harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik turut memperkuat urgensi transisi energi.

Baca Juga  Pertamina Jajaki Kemitraan Strategis dengan SLB untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memfokuskan kebijakan pada swasembada energi, ketahanan pangan, dan hilirisasi sumber daya alam. Indonesia dinilai memiliki keunggulan komparatif, seperti cadangan nikel terbesar dunia serta posisi sebagai produsen utama kelapa sawit dan kelapa yang berpotensi menjadi bahan baku bioenergi.

Pemerintah juga mengapresiasi keterlibatan Toyota dalam pengembangan ekosistem energi di Indonesia, termasuk industri baterai kendaraan listrik. Ke depan, peluang kolaborasi dinilai masih terbuka luas, terutama dalam pengembangan bioetanol berbasis multi bahan baku untuk mendukung target netralitas karbon, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.

Bioetanol BKPM
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleFadli Zon Soroti Kualitas Naskah Jadi Kunci Sukses Film Indonesia
Next Article Negara Nordik Jadi Surga Kendaraan Listrik, Norwegia 98 Persen Mobil Baru Tenaga Setrum

Berita Lainnya

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bantah Isu Transporter Mogok Salurkan BBM

17 Juli 2026 / 17:49 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB

BBM Langka di Sumatera Utara, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Gerak Cepat

17 Juli 2026 / 15:48 WIB

Skema Ketat di Balik Solar Murah Kapal 30-200 GT

17 Juli 2026 / 15:34 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz

Deba Salamah15 April 2026 / 01:00 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 47 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.