Teheran (Tutur.co.id) – Iran melanjutkan strategi mautnya untuk melemahkan Amerika Serikat dan Israel. Mereka memberikan lampu hijau kepada kapal-kapal semua negara melintasi Selat Hormuz kecuali AS dan Israel. Cara ini yang dianggap banyak pihak menjadi alasan dukungan kepada AS dan Israel melemah.
Keputusan Iran untuk membuka jalur Selat Hormuz ini disampaikan langsung Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Syaratnya negara-negara tersebut tak ikut campur dengan melanggar wilayah kedaulatan Iran.
“Selat Hormuz terbuka untuk kapal dari semua negara kecuali negara-negara yang melanggar wilayah Iran,” kata Pezeshkian lewat akunnya di platform X, Minggu 22 Maret 2026.
Pezeshkian juga menambahkan, ancaman duet AS dan Israel untuk menghapus Iran dari peta dunia sebagai hal yang mustahil.
“Khayalan untuk menghapus Iran dari peta menunjukkan keputusasaan dan ketidakberdayaan dalam menghadapi kemauan bangsa yang sedang membuat sejarah,” kata Pezeshkian.
“Kami akan menanggapi dengan tegas di lapangan terhadap khayalan dan ancaman sembrono ini,” pungkasnya.

