Jakarta (tutur.co.id) — Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengumumkan rencananya meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh di Indonesia.
“Kita telah angkat ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional. Saya akan ke Nganjuk, Jawa Timur, meresmikan museum perjuangan buruh, Museum Marsinah,” ujar Prabowo di hadapan ribuan buruh.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pekerja yang telah mengundangnya dalam peringatan May Day. Menurutnya, buruh merupakan kelompok yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi, sekaligus simbol kejujuran dan ketulusan dalam bekerja.
“Seorang yang bekerja dengan keringatnya adalah orang mulia. Mereka berjuang untuk keluarga dengan jujur dan ikhlas,” kata Prabowo.
Namun demikian, Prabowo juga menyinggung fenomena penyimpangan moral di kalangan tertentu. Ia mengaku prihatin terhadap individu yang memiliki pendidikan tinggi namun justru terlibat dalam praktik korupsi.
Marsinah sendiri merupakan sosok buruh perempuan yang menjadi simbol perjuangan hak pekerja di Indonesia. Marsinah lahir di Nganjuk pada 10 April 1969 dan bekerja di pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS), Porong, Sidoarjo.
Pada 1993, Marsinah aktif memimpin aksi mogok kerja untuk menuntut perbaikan kesejahteraan buruh, termasuk kenaikan upah, jaminan kesehatan, dan hak-hak dasar pekerja lainnya. Namun, perjuangannya berujung tragis. Ia diculik dan ditemukan meninggal dunia pada 8 Mei 1993 dengan tanda-tanda kekerasan.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu kasus pelanggaran hak asasi manusia yang menyita perhatian publik dan hingga kini belum sepenuhnya terungkap.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah melalui Presiden Prabowo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah pada 10 November 2025. Pengakuan ini menegaskan posisi Marsinah sebagai ikon perjuangan buruh dan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.
Rencana pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus pengingat sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Selain itu, museum tersebut juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus memperjuangkan keadilan sosial dan menjunjung tinggi martabat pekerja.

