Madrid (Tutur.co.id) – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terkait eskalasi konflik dengan Iran. Dalam pidatonya di Parlemen, Sanchez menilai pendekatan Washington keliru jika menyamakan situasi saat ini dengan invasi Irak pada 2003.
“Kita tidak sedang menghadapi skenario yang sama seperti perang ilegal di Irak. Kita menghadapi sesuatu yang jauh lebih buruk,” ujarnya.
Menurut Sanchez, perbandingan tersebut justru menyesatkan. Ia menilai Iran memiliki kesiapan militer dan strategi yang telah dibangun selama puluhan tahun, sehingga potensi dampak konflik jauh lebih luas dan kompleks dibandingkan Irak di masa lalu.
Ia juga mengingatkan invasi Irak, yang didasarkan pada klaim kepemilikan senjata pemusnah massal, berujung pada ketidakstabilan berkepanjangan di kawasan. Karena itu, pendekatan serupa terhadap Iran dinilai berisiko memicu krisis yang lebih dalam dan sulit dikendalikan.
Pernyataan Sanchez sekaligus menegaskan posisi Spanyol sebagai salah satu negara Eropa yang paling vokal menentang operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Pemerintah di Madrid bahkan menolak penggunaan pangkalan militer di wilayahnya untuk mendukung operasi tersebut.
Dalam pandangan pemerintah Spanyol, konflik ini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas global, termasuk sektor energi dan perekonomian dunia. Sánchez menilai dampak tersebut sudah mulai dirasakan oleh masyarakat Eropa.
Dengan menyebut situasi saat ini “lebih buruk dari Irak”, Sánchez pada dasarnya mengingatkan bahwa dunia berisiko mengulangi kesalahan masa lalu, namun dengan skala dan konsekuensi yang jauh lebih besar.

