Teheran (Tutur.co.id) – Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang dikabarkan telah memilih pengganti Ayatollah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Namun namanya masih dirahasiakan demi kepentingan Iran melawan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Mohsen Heydari, anggota Majelis Ahli, mengatakan kepada kantor berita ISNA milik negara Iran bahwa keputusan telah dibuat mengenai pengganti pemimpin tertinggi Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari.
“Kandidat yang paling cocok, yang disetujui oleh mayoritas Majelis Pakar, telah ditentukan,” kata Heydari.
Mohammad Mehdi Mirbagheri, anggota majelis lainnya, membenarkan pernyataan Heydari kepada kantor berita Fars milik negara.
Keputusan untuk merahasiakan pengganti Khamenei ini sangat beralasan mengingat pasukan Israel telah berjanji untuk menargetkan pengganti Khamenei, serta siapa pun yang terlibat dalam penunjukan pemimpin tertinggi baru.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengungkapkan pada hari Minggu bahwa Abu-al-Qasem Baba’iyan, yang diangkat pekan lalu sebagai kepala biro militer pemimpin tertinggi yang baru, juga telah tewas.
Sebelumnya muncul beberapa nama yang menjadi kandidat kuat pengganti Ayatollah Ali Khamenei. Yang paling santer disebut adalah Mojtaba Khamenei yang merupakan putra kedua dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

