Davos (Tutur.co.id) – Pidato Presiden Prabowo Subianto pada ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, membuat posisi Indonesia satu tingkat lebih tinggi di kancah internasional.
Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi RI serta berbagai kebijakan yang telah dilaksanakan pemerintah sekitar 15 bulan terakhir, termasuk langkah strategis memperkuat fondasi perekonomian nasional.
“Saya kira ini membuat posisi Indonesia saat ini di dunia internasional berada di dalam satu tingkat yang saya kira jauh lebih tinggi,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangannya di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026).
Menurut Menlu Sugiono, kebijakan yang disampaikan Presiden meliputi pelaksanaan reformasi struktural, perbaikan tata kelola pemerintahan, penertiban berbagai praktik ilegal, dan efisiensi di lingkungan pemerintahan.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya investasi di bidang sumber daya manusia sebagai faktor kunci dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.
“Karena tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, apa yang kita inginkan dan kita cita-citakan bagi bangsa kita itu tidak akan terwujud,” ujar Menlu Sugiono.
Lebih jauh Sugiono mengatakan pidato Presiden Prabowo mendapat sambutan positif dari komunitas internasional dan turut memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang semakin diperhitungkan dalam percaturan politik internasional.
World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia.

