Jakarta (tutur.co.id) – Persija Jakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Mauricio Souza setelah kontrak juru taktik asal Brasil itu berakhir pada pengujung BRI Super League 2025/2026.
Keputusan tersebut diumumkan manajemen Macan Kemayoran melalui pernyataan resmi klub pada Selasa (27/5). Persija menyebut kegagalan mencapai target yang telah disepakati di awal musim menjadi alasan utama tidak diperpanjangnya kontrak Souza.
“Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan,” ujar Direktur Persija, Mohamad Prapanca, dikutip dari laman resmi klub.
Tidak hanya Mauricio Souza, Persija juga memastikan berakhirnya kerja sama dengan seluruh staf kepelatihannya. Mereka adalah asisten pelatih Italo Bartole Resende, pelatih fisik Vitor Branco da Cruz, pelatih kiper Gerson Rodrigues Rios, analis Caio Araujo, serta penerjemah Claudio Luzardi.
Prapanca menyampaikan apresiasi atas kontribusi jajaran pelatih tersebut selama mendampingi Persija sepanjang musim 2025/2026.
“Kami mendoakan Mauricio beserta stafnya, Coach Italo, Vitor, Gerson, Caio, dan Luzardi, agar semakin sukses dan bersinar di perjalanan berikutnya,” katanya.
Meski gagal memenuhi target utama klub, Souza tetap meninggalkan catatan positif selama menangani Persija. Di bawah kepemimpinannya, Macan Kemayoran berhasil menutup musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin.
Jumlah tersebut menjadi raihan poin tertinggi Persija dalam satu dekade terakhir sejak kompetisi kasta tertinggi Indonesia menggunakan format satu wilayah.
Persija juga mengakhiri musim dengan hasil meyakinkan. Pada laga pekan terakhir, Sabtu (23/5), tim ibu kota menang 3-0 atas Semen Padang FC yang sudah dipastikan terdegradasi. Tiga gol kemenangan dicetak melalui dwigol Gustavo Almeida dan satu gol tambahan dari Maxwell Souza.
Di sisi lain, manajemen Persija memastikan proses pencarian pelatih baru sudah berjalan. Prapanca menyebut klub tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah kandidat untuk mengisi kursi pelatih kepala musim depan.
“Kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027,” ujar Prapanca.
Langkah pergantian pelatih ini menjadi sinyal bahwa Persija ingin melakukan evaluasi besar demi meningkatkan daya saing tim pada musim mendatang. Target juara yang belum tercapai membuat manajemen memilih memulai proyek baru dengan sosok pelatih berbeda.

