Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Mobil»Penjualan Otomotif Loyo, BUMN Agrinas Malah Impor 105 Ribu Kendaraan dari India

Penjualan Otomotif Loyo, BUMN Agrinas Malah Impor 105 Ribu Kendaraan dari India

Mobil Toto Pribadi20 Februari 2026 / 15:55 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pikup Tata Yodha (Foto: Tata Motors)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Ironi. Saat pasar otomotif tanah air tengah dalam kondisi tidak baik-baik saja, PT Agrinas Pangan Nusantara, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), justru berencana mengimpor kendaraan dari India dalam jumlah besar. Total 105.000 kendraan niaga akan didatangkan.

Dari total 105 ribu kendaraan niaga yang akan diimpor tersebut datang dari dua pabrikan otomotif Mahindra dan Tata Motors. Langkah ini tentu sangat mengejutkan mengingat kondisi pasar otomotif nasional tengah mengalami tekanan dan penurunan penjualan.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa total penjualan whole sales mobil nasional sepanjang tahun 2025 sekitar 803.687 unit, turun sekitar 7,2 % dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan penjualan ritel ke konsumen akhir juga turun sekitar 6,3 %, hanya mencapai 833.692 unit.

Dari keterangan tertulis yang redaksi terima, Mahindra yang memang menjadi salah satu raksasa otomotif India akan mengirim sebanyak 35.000 unit pickup Mahindra Scorpio. Sedangkan Tata Motors akan mengekspor sebanyak 70.000 unit kendaraan yang terdiri dari 35.000 unit pickup Tata Yodha dan 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T.7.

Impor besar-besaran ini dilakukan Agrinas untuk memperkuat rantai logistik pertanian dan distribusi. Kendaraan tersebut diklaim akan digunakan oleh koperasi untuk mengangkut hasil panen, logistik rantai pasok desa, serta menghubungkan pusat produksi dengan pasar secara lebih efisien.

Kritik dan Kekhawatiran Industri Otomotif Nasional

Keputusan impor dalam jumlah besar ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri nasional. Kritik utama datang dari sektor industri otomotif dalam negeri sendiri yang sudah memiliki kapasitas produksi pikap dan truk ringan melalui berbagai pabrikan seperti Astra Daihatsu Motor, Isuzu Astra Motor Indonesia, Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, Suzuki Indomobil Motor, SGMW Motor Indonesia, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan Sokonindo Automobile.

Baca Juga  Karpet Merah Sambut Jemaah Haji Kloter Terakhir di Bandara Adi Soemarmo

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bahkan menyoroti bahwa apabila kebutuhan kendaraan niaga tersebut dipenuhi oleh produsen dalam negeri, akan ada manfaat besar berupa nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal. Sebaliknya, impor massal membawa keuntungan ekonomi ke luar negeri, menempatkan industri domestik dalam posisi kurang menguntungkan.

Analisis industri juga menyebut bahwa volume impor ini hampir sebanding atau mendekati angka total pasar pikap nasional dalam satu tahun, yang bisa berarti bahwa permintaan dalam negeri sebenarnya berpotensi dipenuhi oleh produksi lokal.

Agrinas headline impor impor kendaraan kendaraan niaga otomotif penjualan mobil Gaikindo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBEI: Pasar Perlu Serap Tambahan Saham Rp187 Triliun untuk Penuhi Free Float 15%
Next Article Kemenkeu Luruskan Pernyataan Kontroversial Purbaya Soal Gugatan Guru Honorer Bakal Kalah

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Rekor Harga Emas US$ 5.589 per Ons, Standar Lama Runtuh

Gusti Tetiro26 Februari 2026 / 13:10 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.