Jakarta (tutur.co.id) – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji 2026 DPR RI Nurdin Halid melihat peluang adanya penyerapan pangan lokal guna kepentingan konsumsi ibadah haji dan umrah Indonesia di Makkah dan Madinah. Nurdin melihat adanya potensi besar mengingat nilai ekonomi konsumsi haji dan umrah menyentuh angka hingga triliunan.
Ia menjelaskan saat ini terdapat 221 ribu Jemaah haji dengan nilai konsumsi mencapai Rp18,2 triliun sedangkan Jemaah umrah sekitar 1,7 juta dengan nilai konsumsi Rp60 triliun pertahun.
“Potensi besar ini harus bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi rakyat dan ekonomi negara kita,” kata dia, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, dikutip Antara Selasa 26 Mei 2026.
Ia menilai peluang itu saat ini belum bisa dirasakan padahal perputaran ekonomi dari konsumsi kedua Jemaah itu bisa berdampak terhadap ekonomi nasional. NurdinĀ mengungkapkan saat ini pasokan pangan diperuntukkan untuk Jemaah berasal dari Thailand, Vietnam, Brasil dan negara lainnya di kawasan Timur Tengah.
Lebih lanjut, ia mengatakan selama ini dapur makanan segar di Arab Saudi membutuhkan komoditas seperti beras, daging, ayam dan ikan.
“Momentum haji seharusnya mampu menciptakan efek berganda bagi pelaku usaha nasional. Indonesia memiliki banyak produk petani, peternak, nelayan, UMKM, dan koperasi yang mampu memasok berbagai kebutuhan katering, mulai dari beras, sayur, lauk-pauk, hingga bumbu dapur,” ucapnya.

