Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Humaniora»Paus Leo XIV Siapkan Ensiklik AI Pertama Vatikan, Soroti Etika hingga Ancaman Perang Otomatis

Paus Leo XIV Siapkan Ensiklik AI Pertama Vatikan, Soroti Etika hingga Ancaman Perang Otomatis

Humaniora Gusti Tetiro16 Mei 2026 / 14:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Puas Leo XIV (Foto: Vaticannews.com)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Vatikan (tutur.co.id) —  Tahta Suci Vatikan tengah bersiap merilis ensiklik pertama dari Paus Leo XIV yang akan menyoroti perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) dan dampaknya terhadap kehidupan manusia, hubungan sosial, hingga perdamaian global.

Dokumen resmi Gereja Katolik tersebut ditandatangani Paus Leo XIV pada Sabtu (16/5/2026), tepat 135 tahun setelah Paus Leo XIII menerbitkan ensiklik legendaris Rerum Novarum yang membahas hak-hak buruh dan kritik terhadap kapitalisme pada era Revolusi Industri.

Jika Rerum Novarum menjadi tonggak pemikiran sosial Gereja pada abad ke-19, ensiklik terbaru ini dipandang sebagai respons Vatikan terhadap Revolusi AI yang dinilai menghadirkan tantangan moral dan sosial baru bagi umat manusia.

Dalam dokumen tersebut, Vatikan menegaskan bahwa pengembangan AI harus berlandaskan etika dengan menempatkan martabat manusia sebagai prioritas utama. Teknologi dinilai tidak boleh menggantikan peran kemanusiaan ataupun mengorbankan nilai sosial demi kepentingan ekonomi dan militer.

Profesor filsafat moral dan Etika dari Universitas Notre Dame, Meghan Sullivan, menilai Gereja Katolik akan mengambil posisi penting dalam perdebatan global terkait tata kelola AI.

“Gereja Katolik akan bertindak sebagai pihak yang dewasa di dalam ruangan debat mengenai cara kita mengintegrasikan AI ke masyarakat. Paus dipastikan akan menjadi salah satu pembela martabat manusia paling vokal dalam diskusi ini,” ujar Sullivan seperti dikutip Associated Press.

Perilisan ensiklik ini diperkirakan memunculkan perbedaan sikap yang semakin tajam antara Vatikan dan pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat.

Pemerintahan Trump diketahui menjadikan pengembangan AI sebagai bagian dari strategi ekonomi dan keamanan nasional dengan mempercepat implementasi teknologi tersebut serta memangkas sejumlah hambatan regulasi.

Momentum perilisan ensiklik juga bertepatan dengan kunjungan bisnis Trump ke China yang melibatkan sejumlah tokoh teknologi global, termasuk Elon Musk dan Jensen Huang.

Baca Juga  Tradisi Idul Adha Unik di Berbagai Daerah Indonesia

Sejak kemunculan ChatGPT, Vatikan aktif menyerukan agar AI digunakan sebagai alat pendukung manusia, bukan pengganti kecerdasan manusia itu sendiri. Vatikan juga menyoroti dampak lingkungan dari pusat data AI yang mengonsumsi energi dan air dalam jumlah besar.

Paus Leo XIV, yang dikenal memiliki latar belakang pendidikan matematika dan pemahaman teknologi, secara khusus menaruh perhatian terhadap ancaman deepfake serta manipulasi informasi yang dihasilkan AI generatif.

Di lingkungan internal gereja, Paus bahkan melarang para pastor menggunakan AI untuk menyusun khotbah sebagai upaya menjaga otentisitas pesan spiritual.

Selain persoalan sosial-ekonomi, isu perang berbasis teknologi juga menjadi perhatian utama dalam ensiklik tersebut. Paus Leo XIV menyoroti penggunaan sistem senjata otomatis berbasis AI dalam konflik modern di Ukraina, Gaza, Lebanon, hingga Iran.

“Apa yang terjadi di Ukraina, Gaza, wilayah Palestina, Lebanon, dan Iran mengilustrasikan evolusi tidak manusiawi dari hubungan antara perang dan teknologi baru dalam pusaran pemusnahan,” ujar Paus Leo XIV dalam pidatonya di Universitas La Sapienza.

Sikap Vatikan terhadap AI sebenarnya telah dibangun sejak era kepemimpinan Paus Fransiskus. Pada 2020, Vatikan menggagas Rome Call for AI Ethics yang melibatkan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, IBM, dan Cisco untuk menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, inklusivitas, dan perlindungan privasi dalam pengembangan AI.

Pada 2024, Paus Fransiskus juga menjadi paus pertama yang menghadiri forum KTT G7 Italia 2024 guna mendesak para pemimpin dunia melarang penggunaan senjata otonom mematikan atau killer robots.

Kini, melalui ensiklik pertama Paus Leo XIV, Vatikan ingin memperkuat posisi moralnya dalam perdebatan global mengenai regulasi AI internasional. Dengan jumlah umat Katolik mencapai sekitar 1,5 miliar jiwa di seluruh dunia, dokumen tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu referensi etika paling berpengaruh dalam pembentukan tata kelola AI global di masa depan.

Baca Juga  Berawal dari Titip iPhone 17, Raffi Ahmad Kini Terseret di Kasus Suap Blueray Cargo
Artificial intelligence Etika AI headline Paus Leo XIV Vatikan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePrabowo: Marsinah Simbol Perjuangan Buruh dan Keadilan Sosial Indonesia
Next Article Napi Lapas Cipinang Diduga Terlibat Peredaran Narkotika di The Seven dan B Fashion Hotel

Berita Lainnya

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kasatgas PRR Ingatkan Pemda Percepat Kirim Data Penerima Bantuan Pascabencana

Deba Salamah06 Februari 2026 / 00:01 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.