Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Pasar Cermati Tekanan Wall Street dan Kenaikan Harga Komoditas, Investor Saham Mesti Selektif

Pasar Cermati Tekanan Wall Street dan Kenaikan Harga Komoditas, Investor Saham Mesti Selektif

Market Gusti Tetiro21 Januari 2026 / 09:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Rabu (21/1/2026), seiring tekanan dari pasar global, khususnya pelemahan signifikan indeks saham di bursa Wall Street. Meski demikian, kenaikan harga sejumlah komoditas dinilai berpotensi menjadi penahan laju penurunan indeks.

CGS International Sekuritas Indonesia menyampaikan bahwa sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan pasar saham domestik. Tekanan dari Wall Street diproyeksikan membatasi ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah, dengan level support di kisaran 9.080–9.025 dan level resistansi pada area 9.190–9.245,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya, Rabu (21/1/2026).

Pada perdagangan sebelumnya, indeks saham utama di Amerika Serikat ditutup melemah tajam. Pelemahan tersebut dipicu oleh rencana pemerintah Amerika Serikat untuk mengenakan tarif impor sebesar 10% mulai 1 Februari dan meningkat menjadi 25% pada awal Juni terhadap delapan negara anggota NATO. Kebijakan itu muncul di tengah ketegangan politik terkait penolakan sejumlah negara atas rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.

Sentimen tersebut turut memicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat serta pelemahan nilai tukar dolar AS. Kondisi ini mencerminkan adanya arus dana keluar dari aset keuangan Amerika, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas fiskal Negeri Paman Sam.

Tekanan terhadap pasar obligasi AS semakin terlihat setelah pengelola dana pensiun asal Denmark, Akademiker Pension, menyatakan rencana untuk menjual kepemilikan obligasi pemerintah Amerika Serikat senilai sekitar US$100 juta pada akhir bulan ini. Lembaga tersebut mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap defisit anggaran pemerintah Amerika menjadi alasan utama keputusan tersebut.

Di tengah sentimen global yang kurang kondusif, pasar saham Indonesia masih mendapatkan dukungan dari pergerakan harga komoditas. Kenaikan harga minyak mentah, gas alam, batu bara, crude palm oil (CPO), emas, dan timah berpotensi memberikan sentimen positif, khususnya bagi saham-saham berbasis sumber daya alam.

Baca Juga  Di Tengah Tekanan Global terhadap IHSG dan Pelemahan Rupiah, Saham ADMR dan MSIN Jadi Primadona

CGS International Sekuritas Indonesia menilai saham-saham komoditas masih layak dicermati untuk perdagangan jangka pendek. Adapun saham yang direkomendasikan untuk trading pada Rabu (21/1/2026) antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), serta PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA).

Bagi investor, kondisi ini menunjukkan pentingnya sikap selektif dalam mencermati pergerakan pasar. Kombinasi tekanan global dan peluang dari sektor komoditas membuat strategi jangka pendek perlu disesuaikan dengan profil risiko, sembari tetap memperhatikan perkembangan ekonomi global dan kebijakan perdagangan internasional.

ADMR ANTM BRMS MBMA
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Pencarian Korban ATR 42-500, Tim SAR Evakuasi Korban Kedua
Next Article Ganti Kopi untuk Energi Pagi dengan Seduhan Herbal Ini

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Ekonomi Bergeliat, UMKM Panen Rezeki di Gelaran Pertamina Mandalika Racing Series 2026

Galuh Parantri22 Juni 2026 / 17:09 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.