Teheran (Tutur.co.id) – Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, melontarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan. Ia menegaskan bahwa tidak ada pasukan musuh yang akan selamat jika terjadi invasi darat ke Teheran.
“Jika musuh mencoba operasi darat, tidak seorang pun boleh selamat,” ujar Hatami dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB, Kamis (2/4/2026).
Hatami juga mengungkapkan bahwa pimpinan militer Iran telah menginstruksikan seluruh komando operasional untuk memantau setiap pergerakan pasukan AS secara cermat. Ia menekankan pentingnya kesiapan dalam merespons setiap potensi serangan dengan strategi yang tepat waktu.
“Penting untuk memantau pergerakan dan tindakan musuh dengan sangat teliti dan hati-hati, serta menerapkan rencana untuk melawan metode serangannya pada waktu yang tepat,” katanya.
Meski menyampaikan ancaman tegas, Hatami juga menekankan bahwa Iran tetap menginginkan stabilitas. “Bayang-bayang perang harus dihilangkan dari negara kita, dan keamanan harus ditegakkan untuk semua,” tambahnya.
Pernyataan ini muncul setelah laporan The Washington Post pada 28 Maret menyebut Pentagon tengah mempersiapkan kemungkinan operasi darat di Iran. Ribuan pasukan AS dilaporkan telah dikerahkan ke Timur Tengah, sementara keputusan akhir disebut masih menunggu persetujuan Presiden Donald Trump.
Menurut sejumlah pejabat AS, rencana tersebut berpotensi membuka “fase baru perang” yang dinilai jauh lebih berbahaya dibandingkan fase awal konflik. Opsi yang dibahas termasuk operasi militer di Pulau Kharg serta serangan pesisir di sekitar Selat Hormuz untuk mengamankan jalur pelayaran.

