Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan terbatas pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, pergerakan indeks dinilai berada dalam fase limited downside dengan area support di 7.222 dan 7.117, serta resistance di 7.482 dan 7.590.
Senior Technical Analyst M. Nafan Aji Gusta menilai peluang penurunan IHSG relatif terbatas meskipun sentimen pasar global masih cenderung negatif.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi mengalami limited downside setelah membentuk pola bearish spinning top candle. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal negatif, sementara volume perdagangan cenderung menurun,” ujar Nafan.
Dalam kondisi pasar seperti saat ini, ia menyarankan investor untuk lebih selektif dalam memilih saham. Fokus dapat diarahkan pada saham dengan fundamental kuat, valuasi yang relatif murah, serta saham yang mulai menunjukkan potensi pembalikan tren. Selain itu, disiplin dalam manajemen risiko juga dinilai penting untuk menjaga portofolio investasi.
Menurut Nafan, pelaku pasar masih bersikap hati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran. Kekhawatiran meningkat setelah pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Selat Hormuz perlu ditutup sebagai bentuk tekanan terhadap negara-negara lawan.
Pernyataan tersebut memicu lonjakan harga minyak global dan meningkatkan sikap risk aversion di pasar keuangan. Dalam situasi tersebut, sektor energi dinilai masih menjadi salah satu sektor yang menarik perhatian investor.
Di sisi lain, Nafan juga melihat mulai munculnya aksi bottom fishing pada saham-saham perbankan yang sebelumnya telah terkoreksi cukup dalam. Koreksi tersebut membuat valuasi saham bank besar menjadi lebih rasional. Selain itu, saham perbankan kerap dianggap sebagai defensive play karena memiliki kapitalisasi pasar besar, likuiditas tinggi, serta fundamental yang relatif stabil.
Rekomendasi Saham dari Analis
Technical Analyst PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia Axmal Fauza merekomendasikan dua saham dengan strategi berbeda.
Untuk saham Red Planet Indonesia Tbk, Axmal memberikan rekomendasi buy dengan target harga di level 256 hingga 268. Area entry berada di 236 dan 224, dengan batas stop loss di 216.
Sementara itu, saham Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk direkomendasikan sell, dengan level support di 194 dan 168, serta resistance di 260 dan 280.
Sentimen Global dan Komoditas
Dari pasar global, indeks utama di Wall Street ditutup melemah tajam pada Kamis (12/3). Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing turun sekitar 1,5%, sedangkan Nasdaq Composite melemah 1,8%.
Tekanan pada pasar saham AS dipicu lonjakan harga minyak setelah pernyataan pemimpin Iran mengenai penutupan Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
Harga minyak mentah bahkan sempat mendekati 97 dollar AS per barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.
Sentimen Domestik
Dari dalam negeri, sejumlah perkembangan makroekonomi turut menjadi perhatian pelaku pasar. Pemerintah tercatat telah menarik utang baru sebesar Rp185,3 triliun hingga Februari 2026, atau sekitar 22% dari target pembiayaan APBN 2026 sebesar Rp832,2 triliun.
Selain itu, Friderica Widyasari Dewi juga telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang baru.
Rekomendasi Saham Sinarmas Sekuritas
Analis Sinarmas Sekuritas turut memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan harian.
Saham Triputra Agro Persada Tbk direkomendasikan speculative buy dengan target harga 1.770–1.820, area entry 1.650–1.730, dan stop loss di 1.580.
Saham Transcoal Pacific Tbk juga direkomendasikan speculative buy dengan target harga 11.875–12.225, area entry 10.975–11.575, dan stop loss di 10.500.
Sementara itu, saham ESSA Industries Indonesia Tbk direkomendasikan speculative buy dengan target harga 780–800, area entry 730–760, dan stop loss di 700.
Untuk rekomendasi mingguan, Sinarmas Sekuritas menyarankan hold pada saham Medco Energi Internasional Tbk dengan target harga 1.960–2.050, serta saham Aneka Tambang Tbk (emas) dengan target harga 8.675–8.900.
Dengan berbagai sentimen global dan domestik tersebut, pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan geopolitik dan pergerakan harga komoditas energi yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

