London (Tutur.co.id) – Di tengah memanasnya persaingan Premier League musim 2025/2026, satu momen kecil justru memicu penilaian besar dari Gary Neville. Mantan bek Manchester United itu mengaku mulai meragukan peluang Arsenal menjadi juara. Pandangan Neville bermula dari reaksi Declan Rice usai kekalahan dari Manchester City.
Kekalahan 1-2 di Etihad Stadium pada Minggu (19/4/2026) menjadi titik penting dalam perburuan gelar. Setelah pertandingan, Rice terlihat menyemangati rekan-rekannya dengan mengatakan, “Ini belum selesai.” Namun, bagi Neville, gestur tersebut justru mencerminkan hal sebaliknya.
“Jika saya melihat Declan Rice, hampir menangis, berkata ‘Ini belum selesai’, saya akan berpikir ‘kamu sudah habis, kawan’. Dia tidak benar-benar menangis, tetapi dia tampak seperti ‘ini belum selesai’. Saya akan melihatnya dan berpikir ‘dia sudah selesai’.” ujar Neville dalam The Overlap, seperti dikutip The Sun.
Pernyataan Neville tak lepas dari kondisi Arsenal yang tengah menurun. Dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, The Gunners hanya meraih satu kemenangan. Hasil tersebut membuat posisi mereka goyah, hingga akhirnya tergeser dari puncak klasemen oleh Manchester City yang kini unggul lewat selisih gol.
Meski demikian, Neville mengaku sebenarnya berharap Arsenal mampu mengakhiri penantian gelar. Ia juga menyoroti bahwa dalam laga tersebut, dominasi justru datang dari lini tengah City, bukan Arsenal.
“Saya berharap Arsenal memenangkannya. Itu respons yang bagus (Declan Rice), tapi saya hanya merasa tidak yakin,” katanya.
Pandangan Neville mendapat dukungan dari legenda Arsenal, Ian Wright. Ia menilai reaksi Rice bisa dimanfaatkan lawan sebagai sinyal psikologis.
“Pep Guardiola akan berpikir demikian. Jika dia menunjukkan itu kepada para pemainnya, mereka akan berpikir ‘kita sudah mendapatkan mereka’,” ujar Wright.
Namun, respons berbeda justru datang dari kubu City. Pep Guardiola menilai reaksi Rice sebagai sesuatu yang positif. Guardiola bahkan menegaskan bahwa sikap tersebut menjadi salah satu alasan Arsenal mampu bersaing di papan atas dalam beberapa musim terakhir.
“Saya suka itu. Saya sangat suka. Itu menunjukkan apa arti Declan Rice bagi tim. Itulah mentalitas Arsenal. Jika tidak, mereka tidak mungkin menjalani musim seperti ini di Premier League dan tetap kompetitif di Liga Champions,” kata Guardiola kepada Sky Sports.
Kini, persaingan gelar memasuki fase penentuan. Arsenal untuk pertama kalinya dalam 200 hari harus rela turun dari puncak klasemen. Meski begitu, peluang belum sepenuhnya tertutup. Tim asuhan Mikel Arteta masih memiliki kesempatan untuk kembali menekan City, dimulai dari laga melawan Newcastle United di Emirates Stadium.

