Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, meski investor tetap diminta mewaspadai potensi koreksi dalam jangka pendek. MNC Sekuritas menilai penguatan indeks masih tertahan oleh level resistance penting sehingga ruang kenaikan belum sepenuhnya terbuka.
Dalam riset yang dirilis Selasa (7/7/2026), MNC Sekuritas melaporkan IHSG ditutup menguat 0,69% ke level 5.916 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Meski demikian, laju penguatan indeks masih tertahan di area moving average 20 hari (MA20).
Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai skenario utama (best case) masih menempatkan IHSG pada fase wave (b) dari wave [iv]. Dengan kondisi tersebut, indeks dinilai masih rawan mengalami koreksi lanjutan ke area 5.472-5.540.
“Diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540,” tulis tim riset MNC Sekuritas.
Di sisi lain, investor juga diminta mencermati skenario alternatif (skenario merah) yang menunjukkan IHSG berpotensi memasuki fase awal wave [v] dari wave 3, yang membuka peluang penguatan lebih lanjut apabila mampu menembus level resistance penting.
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dengan level support di 5.486 dan 5.317, sedangkan resistance berada pada 6.007 dan 6.286.
Seiring proyeksi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan lima saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini, yakni BBRI, MDKA, TINS, EMAS, dan XCEG.
Untuk saham BBRI, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Buy on Weakness. Saham Bank Rakyat Indonesia itu ditutup menguat 2,95% ke level 2.790 dengan dominasi volume pembelian. Posisi BBRI diperkirakan berada pada awal wave [c] dari wave 4.
Investor disarankan melakukan akumulasi pada kisaran 2.720-2.760 dengan target harga 2.900 dan 3.090, serta menerapkan stop loss apabila harga turun di bawah 2.680.
Sementara itu, saham MDKA juga direkomendasikan Buy on Weakness. MDKA naik tipis 0,37% ke level 2.710 meski disertai tekanan jual. Pergerakan saham masih berada di antara MA20 dan MA200 sehingga diperkirakan sedang membentuk wave [c] dari wave B.
Area beli berada di kisaran 2.570-2.680, dengan target harga 2.900 hingga 3.030, sedangkan batas stop loss berada di bawah 2.510.
Untuk saham TINS, MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi Buy on Weakness. Saham PT Timah Tbk terkoreksi 0,29% ke level 3.420 disertai tekanan jual dan sempat menembus MA20. Namun secara teknikal, koreksi tersebut diperkirakan merupakan bagian dari wave (C) dari wave [B].
Area akumulasi yang direkomendasikan berada pada 3.330-3.410 dengan target harga 3.650 dan 3.790. Investor disarankan memasang stop loss apabila harga turun di bawah 3.220.
Berbeda dengan tiga saham sebelumnya, saham EMAS justru direkomendasikan Sell on Strength. Saham ini terkoreksi 2,53% ke level 5.775 dan dinilai berada di penghujung wave (4) dari wave [A] dari wave {Y}, sehingga ruang penguatannya diperkirakan mulai terbatas.
MNC Sekuritas menyarankan investor memanfaatkan penguatan menuju kisaran 6.000-6.200 untuk melakukan aksi ambil untung sebelum berpotensi terkoreksi ke area 4.960-5.200.
Adapun saham XCEG memperoleh rekomendasi Buy on Weakness. Saham ini bergerak stagnan di level 79 dengan volume transaksi yang relatif kecil. MNC Sekuritas memperkirakan XCEG tengah memasuki fase awal wave 1 dari wave (1).
Investor dapat melakukan pembelian pada kisaran 77-78, dengan target harga 82 dan 85, serta stop loss apabila harga turun di bawah 76.

