Jakarta (Tutur.co.id) – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan negara hadir melalui berbagai kebijakan yang ditujukan untuk melindungi sekaligus meningkatkan kesejahteraan buruh.
“Semua itu dirancang untuk memberikan dan memastikan negara hadir memberikan perlindungan dan kesejahteraan kepada buruh dan pekerja,” kata Yassierli dalam pernyataan video resmi Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Sejumlah kebijakan disebut sebagai wujud konkret kehadiran tersebut. Salah satunya adalah kenaikan upah minimum (UM) 2026 yang disebut signifikan, dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak, pertumbuhan ekonomi, serta inflasi di masing-masing daerah.
Di luar itu, pemerintah juga kembali menggulirkan bonus hari raya (BHR) bagi pengemudi dan kurir daring. Perlindungan sosial pun diperluas melalui skema Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 50 persen bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).
Menurut Yassierli, kebijakan tersebut dilengkapi dengan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja. Program pelatihan vokasi nasional, termasuk upskilling dan reskilling, diarahkan tidak hanya bagi pencari kerja, tetapi juga bagi buruh aktif.
“Kami juga melaksanakan berbagai program upskilling dan reskilling Pelatihan Vokasi Nasional untuk para teman-teman tidak hanya para pencari kerja, juga bagi para buruh dan pekerja, termasuk juga ada program terkait dengan K3 dan peningkatan produktivitas,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah berupaya memperkuat dialog sosial sebagai fondasi komunikasi antara buruh, dunia usaha, dan negara. Salah satu instrumen yang dioptimalkan adalah Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional.
“Dengan mengoptimalkan keberadaan LKS Tripartit Nasional yang juga berisikan elemen dari buruh, perwakilan dunia industri, dan pemerintah,” kata Yassierli.
Momentum May Day, bagi pemerintah, juga menjadi ruang refleksi. Yassierli menyampaikan apresiasi kepada para pekerja yang dinilainya berperan penting dalam menjaga roda ekonomi nasional.
“Saya mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 kepada seluruh teman-teman buruh dan pekerja Indonesia. Terima kasih atas kerja kerasnya selama ini sebagai pejuang konstitusi untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua buruh dan pekerja Indonesia,” katanya.
Ia berharap peringatan tahun ini, yang mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, dapat berlangsung dalam suasana aman dan damai.
“Kami tentu berharap May Day 2026 berjalan dengan aman, damai, karena kita semua bersatu dalam satu tekad, satu tujuan, sejahtera bersama. Selamat Hari Buruh, hidup buruh, maju terus Indonesia,” ujar dia.

