Jakarta (tutur.co.id) – Data kependudukan terbaru menunjukkan mayoritas penduduk Indonesia ternyata sudah atau pernah menikah. Dari total 288.315.089 jiwa penduduk hingga akhir 2025, jumlah warga yang berstatus kawin maupun pernah kawin lebih banyak dibandingkan mereka yang belum menikah.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Teguh Setyabudi mengungkapkan, data kependudukan bersih semester II tahun 2025 mencatat sekitar 137 juta penduduk telah menikah. Sementara itu, jumlah penduduk yang belum menikah tercatat sekitar 131 juta jiwa.
Selain itu, data Kementerian Dalam Negeri juga menunjukkan sekitar 5 juta penduduk berstatus cerai hidup dan sekitar 14 juta lainnya berstatus cerai mati. Jika digabungkan, jumlah warga yang sudah atau pernah menikah menjadi lebih dominan dibandingkan penduduk yang belum kawin.
“Artinya sebenarnya penduduk di Indonesia lebih banyak yang sudah atau pernah menikah,” ujar Teguh dalam acara Rilis Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga memaparkan jumlah total penduduk Indonesia hingga 31 Desember 2025 yang mencapai 288.315.089 jiwa. Angka tersebut meningkat dibandingkan rilis data semester I tahun yang sama.
“Dibandingkan dengan semester I per 30 Juni 2025, penduduk Indonesia bertambah kurang lebih 1,6 juta,” kata Teguh.
Ia juga menjelaskan komposisi penduduk Indonesia terdiri dari 145.498.082 laki-laki dan 142.816.997 perempuan. Dengan komposisi tersebut, jumlah penduduk Indonesia masih didominasi oleh laki-laki.
Selain itu, struktur demografi Indonesia juga menunjukkan dominasi usia produktif. Penduduk berusia 15–64 tahun mencapai sekitar 199 juta jiwa atau 69,03 persen dari total populasi, yang dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi dalam beberapa tahun ke depan.

