Jakarta (tutur.co.id) – Masyarakat menggelar aksi protes atas segudang masalah yang lahir dari adanya program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
Mereka menggelar aksi di depan Kantor Badan Gizi Nasional yang terletak Jl Kebon Sirih No.1, Menteng, Jakarta Pusat, memasang garis kuning pada logo BGN sebagai simbol segel gedung serta membentangkan poster dengan berbagai tulisan kritis.
Anggota MBG Watch, Galau D. Muhammad menegaskan aksi ini merupakan bentuk tindakan atas berbagai masalah program MBG yang dinilai belum menyentuh masalah, hal itu tercermin masih adanya kasus keracunan siswa di beberapa wilayah.
“Masyarakat muak dan marah atas program makan bergizi gratis yang mengorbankan ribuan siswa keracunan dan juga mengorbankan uang masyarakat yang di bayar melalui pajak,” kata Galau saat ditemui di depan Kantor BGN, Rabu 10 Juni 2026.
Ia menilai selama setahun sudah MBG berjalan namun tak ada hasil nyata, uang yang dianggarkan meluap begitu saja tanpa ada kejelasan dari program prioritas Presiden tersebut.
“Gedung ini selama setahun berjalan belum menghasilkan apa pun yang menunjukkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang,” tegasnya.
Ia meminta agar program ini di evaluasi, dihentikan pengoperasiannya, dan di audit anggarannya mengingat kasus korupsi yang kini masih ditangani oleh Kejaksaan Agung.
“Dan kalau kita lihat tuntutannya sangat sederhana, moratorium total, hentikan secara sementara, audit anggaran yang telah dikeluarkan untuk MBG,” ucapnya.
Ia mendesak agar anggaran MBG dialihkan untuk program yang lebih bermanfaat bagi anak-anak di seluruh Idonesia dari pada harus menyantap sepiring makanan yang kerap menimbulkan masalah keracunan.
“Konversi bantuan yang lebih bermanfaat. Bayangkan, per hari setiap anak bisa mendapat Rp300 ribu dibandingkan sekotak piring nasi yang belum tentu itu bergizi dan belum tentu itu aman untuk dimakan oleh anak-anak,” tutupnya.

