Surabaya (tutur.co.id) – Aktivitas belanja masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 meningkat tajam di berbagai kawasan pertokoan Kota Surabaya. Pusat perdagangan dipadati warga yang memanfaatkan hari-hari terakhir Ramadan untuk membeli kebutuhan Lebaran, mulai dari pakaian hingga sepatu baru.
Lonjakan pengunjung ini tidak hanya meningkatkan transaksi ritel, tetapi juga berdampak pada kepadatan kendaraan di sekitar area pertokoan. Parkir di tepi jalan umum menjadi semakin ramai, bahkan di beberapa titik muncul fenomena parkir hingga tiga lapis yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai melakukan langkah penataan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode belanja Lebaran.
Pelaksana tugas Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menyampaikan bahwa pihaknya menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait kondisi parkir di sejumlah kawasan perdagangan yang mengalami lonjakan pengunjung.
Menurutnya, petugas Dishub akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pengaturan dan penertiban parkir, khususnya di lokasi yang kerap mengalami kepadatan kendaraan saat musim belanja Lebaran.
Selain pengawasan di lapangan, Dishub juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi ketentuan tarif parkir resmi yang berlaku di tepi jalan umum. Saat ini, tarif parkir telah ditetapkan sebesar Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat.
Dishub menilai fenomena parkir berlapis yang sering muncul di kawasan pertokoan merupakan persoalan teknis yang harus segera ditata agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Petugas akan memastikan kendaraan tidak parkir melebihi dua lajur di badan jalan.
Sebagai langkah antisipasi menjelang puncak arus belanja Lebaran, Dishub Surabaya juga menyiagakan personel di sejumlah titik strategis selama tujuh hari sebelum Idulfitri. Penempatan petugas ini difokuskan pada kawasan perdagangan yang diperkirakan mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.
Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat membantu pengaturan parkir sekaligus mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi di sekitar pusat perbelanjaan.
Pemerintah Kota Surabaya berharap langkah penataan ini mampu menjaga kelancaran mobilitas warga yang berbelanja kebutuhan Lebaran tanpa mengganggu arus kendaraan di ruas jalan utama kawasan perdagangan.
Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang hari raya, pengaturan parkir yang tertib menjadi salah satu kunci agar aktivitas belanja masyarakat tetap nyaman sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di Kota Pahlawan. (sas)

