Jakarta (tutur.co.id)– PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) terus mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif energi kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan.
Berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur, BBG memiliki nilai oktan (RON) tinggi di kisaran 120–130 yang memungkinkan mesin bekerja lebih optimal. Berbahan dasar metana (CH4), BBG juga menghasilkan emisi karbon sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan BBM serta tidak meninggalkan residu pada mesin.
Direktur Operasi dan Komersial Gagas, Maisalina , memastikan penggunaan BBG aman karena pemasangan converter kit dan tangki dilakukan sesuai standar internasional.
Dari sisi ekonomi, harga BBG relatif stabil sekitar Rp4.500 per liter setara pertalite (LSP), dengan jarak tempuh sekitar 10 km per LSP. BBG dapat digunakan pada kendaraan dedicated maupun dual fuel, dan kini telah dimanfaatkan oleh taksi, angkutan umum, hingga kendaraan pribadi.
Untuk memperkuat ekosistem, Gagas juga menggandeng Komunitas Mobil Gas (Komogas) melalui edukasi dan layanan bengkel keliling guna memudahkan perawatan kendaraan BBG.

