Jakarta (tutur.co.id) — Libur panjang Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada pertengahan Januari membuat arus bepergian warga Jakarta dan sekitarnya mulai menghangat. Kereta api kembali jadi pilihan utama. Menyadari potensi lonjakan penumpang, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta bersiap lebih awal.
Untuk periode Kamis hingga Minggu, 15–18 Januari 2026, KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan hampir 159 ribu tempat duduk. Jika dirata-ratakan, sekitar 39 ribu kursi tersedia setiap hari untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat yang ingin memanfaatkan libur panjang tersebut.
Puluhan kereta jarak jauh dioperasikan setiap harinya. Dari wilayah Daop 1 Jakarta, total ada 77 perjalanan kereta api jarak jauh per hari. Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir menjadi dua titik utama keberangkatan dengan jumlah perjalanan yang nyaris seimbang. Selain itu, KAI juga menyiapkan kereta tambahan dari Stasiun Gambir untuk mengantisipasi permintaan yang melonjak di jam-jam favorit.
Hingga pertengahan Januari, penjualan tiket sudah menunjukkan pergerakan. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut tingkat keterisian kursi secara kumulatif telah mencapai hampir separuh dari total kapasitas yang disediakan.
“Pada 15 Januari okupansi tercatat 79 persen, disusul 58 persen pada 16 Januari, sementara 17 dan 18 Januari masih berada di kisaran 30 persen. Masyarakat masih memiliki banyak pilihan perjalanan kereta api pada libur panjang ini,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Januari 2026.
Data tersebut menunjukkan lonjakan paling padat terjadi di awal libur. Namun KAI menilai peluang mendapatkan tiket masih terbuka lebar, terutama untuk keberangkatan di akhir pekan. Sejumlah kota tujuan pun kembali jadi favorit penumpang.
Yogyakarta menempati urutan teratas dengan sekitar 18 ribu pelanggan. Disusul Semarang dengan 6 ribu penumpang. Kota-kota besar lain seperti Surabaya dan Bandung masing-masing mencatat sekitar 5 ribu pelanggan, sementara Purwokerto dibidik sekitar 4 ribu penumpang selama periode libur tersebut.
Di balik angka-angka itu, KAI menegaskan bahwa layanan tidak hanya soal kapasitas. Aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tetap jadi prioritas utama. Petugas layanan di stasiun maupun di atas kereta dioptimalkan. Kebersihan sarana, kesiapan fasilitas pelanggan, hingga keandalan operasional menjadi perhatian utama selama masa libur panjang.
KAI Daop 1 Jakarta juga menargetkan ketepatan waktu perjalanan tetap terjaga. On Time Performance dipatok tetap di atas 99 persen, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan penumpang yang memilih kereta api sebagai moda utama.
Cuaca menjadi faktor lain yang ikut diperhitungkan. Franoto mengingatkan masyarakat agar mengatur waktu keberangkatan menuju stasiun dengan lebih cermat, mengingat potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah yang bisa mempengaruhi perjalanan darat menuju stasiun.
Untuk mempercepat proses keberangkatan, KAI juga mendorong pemanfaatan teknologi face recognition yang telah tersedia di sejumlah stasiun. Dengan sistem ini, penumpang bisa naik kereta tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas, sehingga antrean bisa ditekan.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket. Hingga saat ini, pada periode 15–17 Januari 2026 masih tersedia sekitar 85 ribu tempat duduk yang dapat dipesan melalui kanal resmi KAI,” tutup Franoto.
Tiket perjalanan kereta api dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta mitra penjualan resmi lainnya. KAI Daop 1 Jakarta memastikan layanan transportasi publik tetap hadir sebagai pilihan yang andal, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan libur panjang Isra Miraj.

