Yogyakarta (tutur.co.id)- Liburan panjang akhir pekan memperingati Isra Mikraj sudah di depan mata. Isi liburan dengan destinasi yang berbeda, habiskan waktu di Yogyakarta bukan cuma di Malioboro saja.
Liburan antimainstream bisa Anda sekeluarga lakukan di Yogyakarta. Terlebih saat momen Isra Mikraj ini. Apa saja destinasi wisata untuk semangat religi yang bisa Anda singgahi?
Masjid Gede Kauman dan Keraton
Setiap hari Isra Mikraj, Keraton Yogyakarta memperingatinya dengan menggelar seremoni Hajad Dalem Yasa Peksi Burak. Acara ini dipersiapkan di area Keraton dan berakhir di Masjid Gede. Yasa berarti membuat atau mengadakan. Peksi adalah burung. Dan Burak adalah Buraq yang diyakini sebagai kendaraan Nabi Muhammad SAW saat melakukan perjalanan di Isra Mikraj. Acara ini dipersiapkan di area Keraton dan berakhir di Masjid Gede.
Anda dapat melihat dan merasakan langsung dari dekat, ikut mengikuti prosesi ini. Arak-arakan gunungan dari Keraton, bisa Anda saksikan jelang salat Asar di sekitar area Masjid Gede Kauman.
Kampung Kauman
Kampung Kauman dikenal sebagai daerah pemukiman di mana cikal bakal organisasi Muhammadiyah berdiri dan tumbuh. Kampung ini juga merupakan pusat keagamaan Keraton dulunya dihuni oleh Abdi Dalem urusan agama atau disebut dengan Qoimuddin (penegak agama).
Jelajahi bangunan-bangunan dengan arsitektur lawas, rasakan nafas sejarah dalam setiap tapak langkah Anda melewati gang-gang di dalam kampung ini.
Masjid Patok Negara
Secara sejarah, Masjid Agung atau Masjid Gede Kauman seara sepiritual dibentengi oleh empat masjid yang tersebar di empat wilayah di area Yogyakarta. Keempat Masjid Patok Negara ini dibangun di masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Masjid-masjid ini meliputi Masjid Jami’ An-nur di Mlangi (Barat), Masjid Jami’ Sulthoni di Plosokuning (Utara), Masjid Jami’ Ad-Darojat di Babadan (Timur), dan Masjid Nurul Huda di Dongkelan (Selatan).
Secara arsitektur, dikutip dari laman kraton jogja, bangunan masjid Patok Negara memiliki ciri yang sama. Bangunan utama memiliki empat soko guru atau kolom besar. Lalu aslinya, semua masjid dikelilingi oleh kolam sebelum memasuki area masjid. Dan yang utama, di atas pucuk atap masjid, ada ornamen Mustaka dari tanah liat.
Masjid Gede Mataram Kotagede
Masjid ini merupakan masjid tertua di kota Yogyakarta. Tampak dari desain arsitekturnya yang menghadirkan akulturasi Hindu dan Islam. Sentuhan bata dan ornamen Hindu seperti pura tampak di beberapa sudut di komplek Masjid ini.
Tak hanya bangunan masjid, di dalamnya juga terdapat Pesaren Agung (komplek pemakaman) yang sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Agung. Masjid ini merupakan saksi sejarah perkembangan Islam di Jawa.
Susun perjalanan dengan semangat religi . Ciptakan momen liburan Isra Mikraj penuh makna kali ini di Yogyakarta.

