Seoul (Tutur.co.id) – Pemerintah Korea Selatan menyatakan masih mempertimbangkan tawaran dari Amerika Serikat untuk bergabung dalam operasi pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Donald Trump meminta Korea Selatan ikut serta dalam misi yang bertujuan melindungi pergerakan kapal di kawasan tersebut.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan menegaskan bahwa pihaknya belum mengambil keputusan dan masih mengkaji berbagai aspek sebelum menentukan sikap.
“Kami akan dengan cermat mempertimbangkan posisi kami,” ujar perwakilan kementerian, merujuk pada kemungkinan keterlibatan dalam operasi tersebut.
Pemerintah Korea Selatan menyebut beberapa faktor yang menjadi pertimbangan, antara lain hukum internasional, keamanan jalur maritim, hubungan aliansi dengan Amerika Serikat, serta kondisi keamanan di Semenanjung Korea.
Situasi ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk insiden yang melibatkan kapal kargo Korea Selatan di Selat Hormuz. Kapal tersebut dilaporkan mengalami ledakan dan kebakaran, meski seluruh awak berhasil selamat tanpa luka.
Amerika Serikat sendiri mendorong kerja sama internasional untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut, yang merupakan salah satu rute utama distribusi energi global.
Sejauh ini, Korea Selatan juga disebut tetap berpartisipasi dalam diskusi internasional terkait upaya menjaga keamanan di Selat Hormuz, meski belum berkomitmen untuk bergabung dalam operasi militer.

