Jombang (tutur.co.id) – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah pesantren di Kabupaten Jombang, Rabu (18/3/2026).
Kunjungan tersebut menyasar Pondok Pesantren Tebuireng dan Pondok Pesantren Tambakberas sebagai bagian dari tradisi sowan kepada ulama menjelang Lebaran.
Dalam agenda itu, Khofifah bertemu dengan Pengasuh Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz serta tokoh sepuh Tambakberas Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid.
Sowan sebagai Ikhtiar Spiritual dan Sosial
Khofifah menegaskan bahwa tradisi sowan memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada ulama, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan spiritual.
Menurutnya, praktik ini menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Jawa Timur yang terus dijaga lintas generasi. Selain memperkuat ukhuwah, sowan juga dimaknai sebagai upaya memohon doa dan nasihat demi keberkahan daerah.
Ia juga menilai momentum Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan nilai keislaman, serta membangun harmoni di tengah masyarakat yang beragam.
Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Tradisi
Gubernur Khofifah turut menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga tradisi tersebut. Ia mendorong agar nilai-nilai positif dalam budaya pesantren terus diwariskan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Tradisi sowan dinilai mampu menjadi media pendidikan akhlak, khususnya dalam membangun sikap hormat kepada guru, memperkuat spiritualitas, dan menjaga nilai kebersamaan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya hubungan harmonis antara umara (pemerintah) dan ulama sebagai fondasi stabilitas sosial di Jawa Timur.
Ziarah ke Makam Pendiri NU dan Gus Dur
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Khofifah juga melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari, serta Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid di kompleks Tebuireng.

Ziarah berlangsung khusyuk dengan pembacaan doa dan tahlil, serta ditutup dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.
Bagi Khofifah, sosok Gus Dur tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga tokoh bangsa yang mewariskan nilai toleransi, kemanusiaan, dan kebangsaan yang relevan hingga kini.
Nilai Gus Dur Jadi Inspirasi
Khofifah menilai nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur menjadi inspirasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif.
Semangat menjaga keberagaman, memperkuat persatuan, serta menghadirkan Islam yang ramah menjadi bagian dari fondasi pembangunan sosial di Jawa Timur.
Ia berharap, ziarah tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga refleksi untuk melanjutkan perjuangan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan para pendahulu.
Kunjungan Khofifah Indar Parawansa ke Tebuireng dan Tambakberas tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan ulama.
Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga tradisi, mempererat persaudaraan, dan melanjutkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Jawa Timur. (sas)

