Teheran (Tutur.co.id) – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa serangan yang terjadi di sejumlah wilayah Turki dan Oman bukan dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran maupun kelompok sekutunya.
Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei dalam pesan resmi yang dirilis Jumat (20/3/2026), bertepatan dengan ucapan selamat Idulfitri serta perayaan Nowruz, tahun baru Iran yang jatuh pada 21 Maret.
Dalam pesannya, Khamenei menekankan bahwa Iran selama ini menjaga hubungan baik dengan Turki dan Oman. Ia juga memperingatkan adanya kemungkinan operasi “false flag” atau bendera palsu yang, menurutnya, dapat digunakan oleh Israel untuk memicu ketegangan dan memecah hubungan Iran dengan negara-negara tetangga.
Ia menyebut skenario serupa berpotensi terjadi di negara lain, sehingga diperlukan kewaspadaan bersama di kawasan.
Lebih lanjut, Khamenei menyoroti pentingnya menjaga stabilitas hubungan regional. Ia bahkan mendorong Afghanistan dan Pakistan untuk memperkuat hubungan bilateral demi menjaga perdamaian kawasan.
Selain isu keamanan, Khamenei juga menekankan agenda domestik, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan infrastruktur nasional. Ia menyebut tahun baru Iran sebagai momentum untuk memperkuat “ekonomi ketahanan” dengan semangat persatuan nasional.
Ketegangan kawasan sendiri meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke ibu kota Teheran serta sejumlah wilayah lain di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, bersama sejumlah pejabat militer dan warga sipil.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Situasi ini terus meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap stabilitas kawasan dan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

