Jakarta (tutur.co.id) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lonjakan penyaluran pembiayaan di sektor Peer-to-Peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) serta industri multifinance setiap memasuki periode Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan peningkatan pembiayaan tersebut dipicu oleh naiknya kebutuhan konsumsi masyarakat serta tambahan modal kerja bagi pelaku usaha kecil.
“Periode Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum peningkatan penyaluran pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tambahan modal kerja UMKM secara musiman,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
OJK mencatat penyaluran pembiayaan pindar meningkat 8,9 persen secara month-to-month (mtm) pada Maret 2024. Sementara secara tahunan pada 2024, penyaluran pembiayaan di sektor ini tercatat tumbuh 3,8 persen.
Menurut Agusman, OJK juga memastikan risiko kredit macet di industri pindar tetap terkendali di bawah 5 persen, antara lain melalui penguatan credit scoring serta proses verifikasi terhadap calon peminjam (borrower).
Di sektor multifinance, tren peningkatan pembiayaan juga terjadi menjelang Lebaran. Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 2,05 persen mtm dengan rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 2,45 persen.
Sementara pada Maret 2025, penyaluran kredit multifinance tercatat meningkat 0,78 persen mtm dengan NPF gross 2,71 persen. Data tersebut menunjukkan momentum Ramadan dan Lebaran kerap mendorong permintaan pembiayaan, namun kualitas kredit tetap relatif terjaga.
Agusman menegaskan, OJK terus memperkuat pengawasan terhadap manajemen risiko industri pembiayaan sesuai POJK Nomor 42 Tahun 2024 tentang Manajemen Risiko bagi PVML.
“Penguatan manajemen risiko dilakukan melalui pengawasan aktif manajemen, proses identifikasi, serta pengendalian risiko dan sistem pengendalian internal yang memadai,” kata Agusman.

