Jakarta (Tutur.co.id) – Pelatih tim nasional Indonesia John Herdman optimistis skuad Garuda mampu lolos dari fase grup Piala Asia 2027 meski tergabung bersama Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F. Herdman menilai Indonesia memiliki peluang bersaing apabila mampu menjaga konsistensi permainan dan mentalitas tim.
Hasil undian Piala Asia 2027 menempatkan Indonesia dalam grup yang langsung disebut sebagai salah satu grup terberat di turnamen tersebut. Jepang merupakan salah satu kekuatan utama Asia, Qatar berstatus juara bertahan, sementara Thailand menjadi rival regional yang sudah sering dihadapi Indonesia di level Asia Tenggara.
Meski demikian, Herdman menegaskan Indonesia tidak boleh merasa inferior menghadapi lawan-lawan tersebut. Ia menilai pengalaman bertanding melawan tim kuat justru penting untuk meningkatkan kualitas permainan tim nasional.
“Kami yakin bisa lolos dari grup ini,” kata Herdman dalam wawancara di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Pelatih asal Kanada itu juga mengatakan tim nasional Indonesia mengalami perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi kualitas pemain maupun pengalaman bertanding di level internasional. Menurut dia, perkembangan tersebut harus dibuktikan pada turnamen besar seperti Piala Asia.
“Kami harus percaya diri dengan kemampuan sendiri,” ujar Herdman.
Sejak menangani Indonesia, Herdman memang beberapa kali menekankan pentingnya membangun identitas permainan yang disiplin, agresif, dan berani menghadapi lawan dengan level lebih tinggi. Ia juga mulai memberi kesempatan lebih besar kepada pemain muda dan diaspora untuk memperkuat kedalaman skuad.
Indonesia sebelumnya berhasil mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pencapaian tersebut menjadi salah satu modal penting bagi tim Garuda menghadapi Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi.
Herdman menilai tantangan terbesar Indonesia bukan hanya kualitas lawan, tetapi juga kemampuan menjaga fokus sepanjang turnamen. Ia berharap para pemain mampu memanfaatkan setiap pertandingan untuk membuktikan perkembangan sepak bola Indonesia di level Asia.

