New York (Tutur.co.id) – Duta Besar Israel untuk PBB, Dany Danon, menyatakan negaranya tidak menutup kemungkinan mengirimkan angkatan laut untuk mendukung upaya Amerika Serikat dalam membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan Danon kepada wartawan pada Senin (16/3/2026), ketika menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan keterlibatan militer Israel dalam operasi pengamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
“Saya tidak mengesampingkan apa pun. Kami memahami perlunya mendukung upaya Amerika dan itu harus menjadi upaya global,” ujar Danon.
Ia menegaskan bahwa gangguan terhadap navigasi di Selat Hormuz bukan hanya menjadi persoalan bagi Israel dan Amerika Serikat, tetapi juga berdampak pada banyak negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut.
“Saya berharap negara-negara lain menyadari bahwa mereka tidak dapat bersembunyi,” katanya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga menyerukan kepada sejumlah negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, untuk turut mengirimkan kapal perang guna menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam pidato pertamanya menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai bagian dari strategi tekanan Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

