Teheran (Tutur.co.id) — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan gelombang ke-85 serangan rudal dan drone dalam operasi militer berkelanjutan terhadap target yang disebut sebagai “industri milik Amerika Serikat dan Israel”.
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran pada 28 Maret 2026, serangan tersebut disebut menyasar fasilitas industri strategis di wilayah yang dikaitkan dengan kepentingan militer dan ekonomi lawan.
Operasi ini merupakan bagian dari kampanye “True Promise 4”, yang sejak awal konflik dilakukan secara bertahap dalam bentuk gelombang serangan berulang.
Selain itu, IRGC juga mengklaim telah menghantam jet tempur F-16 milik Amerika Serikat di wilayah selatan Provinsi Fars, bersamaan dengan laporan penembakan drone MQ-9 di sekitar Shiraz.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen dari pihak Amerika Serikat maupun sumber militer Barat terkait klaim tersebut, termasuk status pasti pesawat yang disebut terkena serangan.

