Teheran (tutur.co.id) – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa negaranya siap untuk mengungkapkan kartu-kartu baru di medan perang jika Amerika Serikat (AS) tetap ngotot akan melancarkan serangan baru.
Dalam unggahan di akun Twitter-nya pada Selasa pagi, Ghalibaf mengecam Presiden AS Donald Trump karena bertindak berdasarkan khayalan. Pernyataan ini juga sebagai tanggapan Teheran terhadap pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan AS, termasuk dengan aksi blokade dan serangan terhadap kapal Iran di Laut Oman, pekan lalu.
“Trump, dengan memberlakukan blokade dan melanggar gencatan senjata, ingin dalam khayalannya sendiri mengubah meja perundingan menjadi meja penyerahan diri atau untuk membenarkan kembali provokasi perang,” kata anggota parlemen terkemuka dan negosiator utama Iran tersebut.
Ghalibaf menegaskan bahwa taktik tekanan tidak akan menghasilkan hasil di meja perundingan.
“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman. Selama dua minggu terakhir, kami telah mempersiapkan diri untuk mengungkap kartu-kartu baru di medan perang,” katanya.
Namun Ghalibaf masih enggan membeberkan apa yang dimaksud dengan kartu-kartu baru yang akan dikeluarkan Iran jika memang jalur negosiasi macet dan kedua negara harus kembali adu kekuatan lewat senjata.

