Jakarta (tutur.co.id) – Investor asing kembali mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di level 9.134,7 pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Capaian tersebut sekaligus menandai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru bagi pasar saham domestik.
Data Stockbit menunjukkan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp224,5 miliar. Aksi akumulasi asing juga terlihat pada saham sektor energi dan pertambangan, antara lain PT Petrosea Tbk. (PTRO) dengan net buy Rp211,2 miliar serta PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar Rp189,5 miliar.
Masuknya dana asing ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek pasar saham Indonesia, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar dan berbasis komoditas yang dinilai memiliki fundamental serta prospek jangka menengah yang menarik.
Selain BBRI, PTRO, dan BRMS, terdapat sejumlah saham lain yang mencatatkan transaksi beli bersih asing cukup signifikan. Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) diborong asing senilai Rp153,9 miliar, disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) sebesar Rp134,4 miliar. Di sektor konsumsi dan properti, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) juga masuk dalam daftar saham dengan net buy asing terbesar.
Secara keseluruhan, 10 saham dengan transaksi beli bersih asing terbesar pada perdagangan Selasa didominasi oleh sektor perbankan, tambang mineral, energi, dan bahan baku. Hal ini menunjukkan preferensi investor asing terhadap sektor-sektor yang diuntungkan oleh stabilitas ekonomi domestik serta tren permintaan global.
Seiring aksi beli asing tersebut, IHSG ditutup menguat tipis 0,83 poin atau 0,01% ke level 9.134,7. Meski kenaikannya relatif terbatas, posisi indeks yang kembali mencetak ATH menegaskan kuatnya sentimen pasar di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp29,6 triliun. Sebanyak 357 saham ditutup menguat, 336 saham melemah, dan 265 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat sebanyak 62,4 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 3,8 juta kali.
Bagi investor ritel, data ini memberikan gambaran bahwa pergerakan IHSG saat ini tidak hanya ditopang oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh aliran dana asing yang selektif. Memahami saham-saham yang menjadi tujuan investasi investor global dapat menjadi referensi awal, meski tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan strategi masing-masing investor.

