Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sport»Indonesia Sukses Amankan 6 Medali di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026

Indonesia Sukses Amankan 6 Medali di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026

Sport Toto Pribadi05 April 2026 / 22:27 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Atlet para panahan Indonesia Teodora Audi dan Arif Firmansyah (Foto: Tutur/Media NPC)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Solo (Tutur.co.id) – Tim para panahan Indonesia sukses mengamankan enam medali saat mengikuti kejuaraan dunia bertajuk Hyundai World Archery Para Series 2026 di Bangkok, Thailand yang berlangsung dari 30 Maret hingga 4 April 2026.

Indonesia membawa pulang tiga medali emas, satu medali perak dan tiga medali perunggu. Raihan ini menempatkan Indonesia sebagai runner up di klasemen medali, di bawah India yang menjadi juara umum dengan raihan tujuh medali emas, tiga medali perak dan tiga medali perunggu.

Kegemilangan Indonesia pada salah satu rangkaian event perebutan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 ini tak lepas dari performa menawan pemanah debutan asal Kalimantan Selatan bernama Riyanti Ananda.

Riyanti yang baru pertama kali mengikuti event resmi World Archery sukses meraih dua medali emas. Riyanti memenangi nomor double womens recurve saat berpasangan dengan Noviera Ross. Kemudian, medali emas dari nomor mixed team recurve diraih Riyanti bersama pemanah senior, Kholidin.

Kejutan yang dibuat Riyanti sukses diteruskan Kholidin yang berhasil mendapatkan medali emas dari nomor recurve men open. Kholidin membuat bangga tim para panahan Indonesia setelah mengalahkan peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024 asal India, Singh Harvinder.

Sementara itu, medali perak diraih pasangan Arif Firmansyah/Teodora Audi Ayudia Ferelly melalui nomor mixed team compound serta medali perunggu diraih Setiawan dari nomor recurve men open dan Riyanti Ananda dari nomor recurve women open.

Tim pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, mengatakan raihan enam medali dalam pertarungan di Bangkok merupakan hasil yang memuaskan.

“Bila berbicara target awal, sebenarnya nomor yang kita targetkan malah tidak tercapai. Kita kalah dari China Taipei di nomor double men recurve. Tetapi kita bisa mendapatkan tiga emas dari nomor yang sebelumnya tidak kita prediksikan. Mixed team recurve targetnya perunggu, double women recurve target perak dan mixed team compound target perunggu, tetapi bisa dapat emas,” kata Rameez Ali, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga  Buntut Tabrakan Kereta Bekasi, Pengamat: Pemerintah Bikin KAI Jungkir Balik

Rameez Ali menuturkan, keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan penuh National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), berkaitan dengan penambahan atlet dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

Tim pelatih mengusulkan agar kompetisi internal di setiap kategori ditambah, dari mulanya dua atlet menjadi tiga atlet. Kini, semua atlet harus bersaing ketat selama pemusatan latihan agar mendapat tempat untuk diberangkatkan ke event dunia.

“Perubahan sistem kompetisi internal ini menciptakan mental atlet yang lebih kuat. Yang tadinya mungkin merasa nyaman, dengan sistem yang sekarang mereka ada pacuan tersendiri. Sistem ini terbukti efektif di event pertama setelah adanya perubahan sistem kompetisi internal,” jelas Rameez Ali.

Secara khusus, tim pelatih para panahan Indonesia memberikan pujian kepada Riyanti Ananda. Meski pesaing berdatangan dari negara-negara langganan Paralimpiade, Riyanti bisa tampil tenang dan mencatatkan bidikan terbaik.

“Riyanti baru mengikuti pelatihan nasional pada bulan Agustus 2025, tetapi bisa tampil maksimal. Capaian dua emas dan satu perunggu merupakan prestasi yang patut diapresiasi,” ungkap Rameez Ali.

Termotivasi Kejar Prestasi Dunia

Sementara itu, Riyanti mengungkapkan rasa bahagianya karena berhasil mendapatkan tiga medali dalam kejuaraan dunia pertamanya. Ia pun berterima kasih kepada sosok-sosok yang mendukung perkembangan karirnya di cabor para panahan.

“Alhamdulillah, sangat bahagia dan bersyukur. Ini medali pertama saya di event internasional. Terima kasih kepada tim pelatih, NPC Indonesia dan teman-teman semua. Tanpa bantuan mereka, saya tidak akan bisa sampai sejauh ini,” ucap Riyanti.

Raihan tiga medali di Bangkok menjadi pijakan awal Riyanti dalam upaya mempersembahkan prestasi maksimal bagi bangsa Indonesia.

“Harapannya kedepan saya bisa selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan NPC Indonesia,” ucap Riyanti.

Baca Juga  Shai Gilgeous-Alexander Raih MVP NBA 2026, Ukir Sejarah Bersama OKC

Motivasi yang sama turut disuarakan Kholidin yang selama ini konsisten dalam mempersembahkan prestasi terbaik. Ia membidik tiket agar bisa bersaing di Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Terima kasih untuk dukungan dan doa dari semuanya. Mudah-mudahan ini menjadi pijakan untuk menjadi lebih baik lagi di Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade Los Angeles 2028,” ungkap Kholidin.

Kholidin merasa kemenangan atas Singh Harvinder merupakan momen spesial dan dijadikan penyemangat tambahan dalam menjalani sesi latihan.

“Rasanya sangat luar biasa sekali bisa mengalahkan Singh yang notabene peraih medali emas Paralympic Paris,” ucap Kholidin.

Ada dua agenda internasional yang berpotensi diikuti tim para panahan Indonesia sebelum bertarung di Asian Para Games 2026, yakni Nove Mesto Hyundai World Archery Para Series di Republik Ceko, 28 Juni hingga 4 Juli 2026 dan Asian Archery Para Cup 2026 di India bulan September 2026 mendatang.

Namun, keikutsertaan ini masih menunggu perkembangan situasi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Untuk berangkat menuju Ceko, tim para panahan Indonesia perlu transit di kawasan Timur Tengah.

headline Kejuaraan Dunia Panahan Kejuaraan dunia para panahan panahan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Sampaikan Pesan Paskah, Donald Trump: Kejahatan Tidak Akan Menang
Next Article Siap-siap, JK Bakal Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

DPR Setujui Postur RAPBN 2027, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,8-6,5 Persen

Gusti Tetiro02 Juli 2026 / 15:26 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.