Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Dua dari Empat Anggota TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dipecat
  • 5 Cara Menjaga Momen Kenang-Kenangan Guru Tetap Hangat Tanpa Bikin Wali Murid Serba Salah
  • Empat Anggota TNI Penyiram Andrie Yunus Divonis Berbeda: 1,5 hingga 3 Tahun Penjara
  • Langgar Kode Etik, DKPP Berhentikan 67 Penyelenggara Pemilu
  • Purbaya: Kenaikan Pertamax Tak Ganggu Inflasi, Tantangan Ada pada Pengawasan BBM Subsidi
  • Kabar Gembira, Pemprov Jakarta Gratiskan Tranportasi Umum
  • IHSG Melonjak 2,34% ke 5.881, RISE dan Sejumlah Saham Ini Sentuh ARA saat Bursa Asia Terkoreksi
  • Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Berawal dari Kamar Mess Bais TNI
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Melonjak 2,34% ke 5.881, RISE dan Sejumlah Saham Ini Sentuh ARA saat Bursa Asia Terkoreksi

IHSG Melonjak 2,34% ke 5.881, RISE dan Sejumlah Saham Ini Sentuh ARA saat Bursa Asia Terkoreksi

Market Gusti Tetiro10 Juni 2026 / 12:21 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Tutur/Suhodo)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli penguatannya dengan melesat 134,58 poin atau 2,34% ke level 5.881,23 pada perdagangan sesi I, Rabu (10/6/2026). Kinerja tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah pelemahan mayoritas bursa saham Asia, sekaligus memperkuat optimisme bahwa pasar modal Indonesia mulai kembali menarik minat investor.

Sepanjang sesi I, IHSG bergerak cukup volatil dalam rentang 5.677 hingga 5.939. Meski sempat mengalami tekanan pada awal perdagangan, indeks berhasil berbalik menguat dan bertahan di zona hijau dengan dukungan mayoritas saham yang ditransaksikan.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan sebanyak 31,68 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp19,94 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,04 juta kali. Sebanyak 543 saham menguat, 151 saham melemah, dan 118 saham bergerak stagnan.

Reli IHSG kali ini juga ditopang penguatan merata di seluruh sektor. Saham sektor teknologi memimpin kenaikan dengan lonjakan 4,29%, disusul sektor keuangan 3,24%, transportasi 3,11%, barang baku 2,53%, dan energi 2,52%.

Kinerja saham-saham unggulan juga menunjukkan penguatan signifikan. Indeks LQ45 tercatat naik 2,46%, mengindikasikan minat beli investor tidak hanya terjadi pada saham lapis dua dan tiga, tetapi juga pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Menariknya, penguatan pasar domestik terjadi ketika sejumlah indeks utama Asia justru berada di zona merah. Indeks Straits Times Singapura turun 1,18%, Nikkei Jepang melemah 2,36%, Shanghai Composite terkoreksi 0,92%, dan Hang Seng Hong Kong turun 1,22%.

Analis pasar modal sekaligus Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai penguatan IHSG masih didorong kombinasi sejumlah sentimen positif, mulai dari pengumuman pembagian dividen emiten hingga penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga  Harga Emas Antam Kian Mantap, Target Tembus Rp3,09 Juta per Gram

Menurutnya, pelaku pasar juga memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pada sejumlah saham yang dinilai masih berada di level menarik meskipun telah mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

“Penguatan IHSG masih berlanjut karena pelaku pasar memanfaatkan harga sejumlah saham yang dinilai masih relatif rendah meskipun sudah mengalami kenaikan. Selain itu, sentimen positif dari pengumuman dividen emiten dan penguatan rupiah turut mendukung pergerakan pasar,” ujar Reza.

Ia menambahkan, kombinasi faktor tersebut mampu menjaga optimisme investor di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi aksi ambil untung setelah reli tajam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Reza, keberlanjutan penguatan IHSG akan sangat bergantung pada konsistensi aliran dana masuk ke pasar domestik, stabilitas nilai tukar rupiah, serta sentimen positif yang berasal dari kinerja fundamental dan aksi korporasi emiten.

Di tengah reli pasar, sejumlah saham mencuri perhatian setelah melesat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dan masuk jajaran top gainers. Saham PT Multitrend Indo Tbk (BABY) melonjak 35% menjadi Rp189, PT First Media Tbk (KBLV) melejit 34,85% menjadi Rp89, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melesat 24,8% ke level Rp3.070.

Selain itu, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) naik 24,7% menjadi Rp1.565, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) menguat 24,55% menjadi Rp1.040, sementara PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) terbang 20% menjadi Rp18.000.

Di sisi lain, tidak semua saham menikmati sentimen positif. PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) justru menjadi saham dengan kinerja terburuk pada sesi I setelah anjlok hingga menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB). Harga saham GRIA ambles 14,69% ke level Rp122 dan memimpin daftar top losers.

Baca Juga  Kabar Gembira, Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik

Penguatan IHSG yang terjadi di tengah pelemahan mayoritas bursa regional menunjukkan adanya optimisme domestik yang mulai tumbuh kembali. Namun, pasar masih menunggu apakah reli ini mampu bertahan hingga penutupan perdagangan dan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, atau justru memicu aksi profit taking setelah lonjakan tajam yang telah terjadi.

headline IHSG RISE saham ARA Top Gainers
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Berawal dari Kamar Mess Bais TNI
Next Article Kabar Gembira, Pemprov Jakarta Gratiskan Tranportasi Umum

Berita Lainnya

Dua dari Empat Anggota TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dipecat

10 Juni 2026 / 14:05 WIB

Empat Anggota TNI Penyiram Andrie Yunus Divonis Berbeda: 1,5 hingga 3 Tahun Penjara

10 Juni 2026 / 13:32 WIB

Langgar Kode Etik, DKPP Berhentikan 67 Penyelenggara Pemilu

10 Juni 2026 / 12:55 WIB

Purbaya: Kenaikan Pertamax Tak Ganggu Inflasi, Tantangan Ada pada Pengawasan BBM Subsidi

10 Juni 2026 / 12:48 WIB

Kabar Gembira, Pemprov Jakarta Gratiskan Tranportasi Umum

10 Juni 2026 / 12:37 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Berawal dari Kamar Mess Bais TNI

10 Juni 2026 / 11:17 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Uji Level Krusial, CLEO dan 4 Saham Ini Berpeluang Cuan

Gusti Tetiro05 Maret 2026 / 06:08 WIB

Dua dari Empat Anggota TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dipecat

10 Juni 2026 / 14:05 WIB

5 Cara Menjaga Momen Kenang-Kenangan Guru Tetap Hangat Tanpa Bikin Wali Murid Serba Salah

10 Juni 2026 / 13:37 WIB

Empat Anggota TNI Penyiram Andrie Yunus Divonis Berbeda: 1,5 hingga 3 Tahun Penjara

10 Juni 2026 / 13:32 WIB

Langgar Kode Etik, DKPP Berhentikan 67 Penyelenggara Pemilu

10 Juni 2026 / 12:55 WIB

Purbaya: Kenaikan Pertamax Tak Ganggu Inflasi, Tantangan Ada pada Pengawasan BBM Subsidi

10 Juni 2026 / 12:48 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.