Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Meski demikian, potensi koreksi dinilai terbatas dan membuka peluang penguatan jangka pendek.
Dalam riset MNC Sekuritas, IHSG diproyeksikan akan menguji area support di kisaran 6.983–7.009. Setelah itu, indeks berpeluang rebound untuk menguji level resistance di rentang 7.188–7.270.
“IHSG masih rentan terkoreksi, namun cenderung terbatas dan berpeluang menguat dalam jangka pendek,” tulis MNC Sekuritas.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,41% ke level 7.101 pada perdagangan Rabu (29/4/2026), didukung oleh munculnya volume pembelian yang mulai meningkat.
Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, MNC Sekuritas merilis sejumlah saham pilihan dengan pendekatan trading jangka pendek:
ASRI – Trading Buy
Saham properti ini menguat tipis 0,73% ke Rp138, namun masih tertahan oleh MA60.
Area beli: Rp134–Rp137
Target: Rp153 dan Rp163
Stoploss: di bawah Rp132
BIPI – Buy on Weakness
Naik 2,44% ke Rp252 dengan dominasi volume beli, meski tertahan MA20.
Area beli: Rp244–Rp250
Target: Rp270 dan Rp290
Stoploss: di bawah Rp234
HMSP – Buy on Weakness
Menguat 4,73% ke Rp775 dan berhasil ditutup di atas MA20.
Area beli: Rp750–Rp770
Target: Rp820 dan Rp855
Stoploss: di bawah Rp735
SUPA – Buy on Weakness
Melonjak 5,39% ke Rp880 dengan peningkatan volume, namun tertahan MA60.
Area beli: Rp845–Rp880
Target: Rp935 dan Rp965
Stoploss: di bawah Rp825
MNC Sekuritas menilai, struktur teknikal IHSG saat ini masih berada dalam fase korektif terbatas, sehingga strategi yang disarankan adalah selektif dan disiplin terhadap manajemen risiko.
Pelaku pasar juga diimbau tetap mencermati sentimen global dan domestik yang dapat mempengaruhi arah indeks dalam jangka pendek.

