Jakarta (tutur.co.id) — Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (3/2/2026). IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan level resistance di 8.100, pivot 8.000, dan support di kisaran 7.786.
Meski tekanan pasar belum sepenuhnya mereda, Phintraco Sekuritas menilai peluang meraih cuan tetap terbuka. Perusahaan sekuritas tersebut merekomendasikan lima saham pilihan yang dinilai menarik secara fundamental maupun teknikal, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), MYOR, ICBP, INDF, dan JSMR.
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 4,88% ke level 7.922,73. Tekanan terhadap indeks terutama berasal dari koreksi harga komoditas yang selama ini menjadi salah satu penopang utama penguatan pasar saham domestik.
“Investor juga masih menunggu perkembangan lanjutan dari upaya OJK dan BEI yang melakukan pertemuan dengan MSCI untuk mengembalikan kepercayaan investor global, khususnya terkait reformasi transparansi pasar modal Indonesia,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (3/2/2026).
Sentimen Domestik Masih Menopang
Di tengah tekanan IHSG, Phintraco mencatat terdapat sinyal positif dari arus dana asing. Investor asing tercatat membukukan aksi net buy sebesar Rp 654,94 miliar pada perdagangan sebelumnya.
Selain itu, data ekonomi domestik menunjukkan perbaikan. Indeks PMI Manufacturing Indonesia naik ke level 52,6 pada Januari 2026 dari 51,2 pada Desember 2025, mengindikasikan aktivitas manufaktur mengalami ekspansi selama enam bulan berturut-turut.
Dari sisi eksternal, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar US$ 2,52 miliar, meningkat dibandingkan US$ 2,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekspor yang mencapai 11,64% secara tahunan (year-on-year).
Sementara itu, inflasi tercatat berakselerasi menjadi 3,55% YoY pada Januari 2026, meski secara bulanan (month-to-month/MoM) masih terjadi deflasi sebesar 0,15%.
Reformasi Transparansi Pasar Saham
Phintraco Sekuritas juga menyoroti langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang mengajukan proposal solusi dalam pertemuan dengan MSCI untuk merespons kekhawatiran terkait transparansi pasar saham Indonesia.
Tiga komitmen utama yang diajukan meliputi pembukaan data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan batas minimum free float menjadi 15%, serta penguatan klarifikasi dan kredibilitas pengungkapan beneficial ownership.
Analisis Teknikal IHSG
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat pelebaran histogram negatif pada indikator MACD yang mengindikasikan pola distribusi. Stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah (reversal).
IHSG saat ini masih bertahan di atas level MA200 di sekitar 7.786. Namun, selama indeks masih berada di bawah level psikologis 8.000, IHSG diperkirakan masih berpotensi menguji area support di kisaran 7.786.
“Selama IHSG masih berada di bawah level 8.000, peluang pengujian kembali ke level 7.786 masih terbuka,” jelas Phintraco Sekuritas.
Dengan kondisi pasar yang masih volatil, Phintraco menilai strategi selektif pada saham berfundamental kuat dan defensif menjadi pilihan rasional bagi investor dalam jangka pendek.

