Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan IHSG masih membuka peluang penguatan lanjutan untuk menguji area 7.592 hingga 7.856, meski investor tetap diminta mewaspadai potensi koreksi minor dalam jangka pendek.
Mengacu pada riset MNC Sekuritas, IHSG yang ditutup menguat 2,07% ke level 7.458 pada Jumat (10/4/2026) masih didominasi oleh volume pembelian. Secara mingguan, indeks bahkan mencatat kenaikan signifikan sebesar 6,14%, mencerminkan kuatnya momentum rebound pasar.
Dalam analisis teknikal berbasis gelombang Elliott, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada fase wave [iv] dari wave A atau bagian dari wave B dalam struktur yang lebih besar. Pola ini mengindikasikan bahwa ruang penguatan masih terbuka, meski disertai potensi jeda koreksi terbatas.
“Hal tersebut berarti IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 7.592–7.856, cermati area koreksi minor di 7.281–7.409,” tulis riset tersebut.
Seiring proyeksi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati, di antaranya Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), Petrosea Tbk (PTRO), dan Telkom Indonesia Persero Tbk (TLKM).
Namun di tengah optimisme tersebut, perhatian pasar juga tertuju pada langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) pada Senin (13/4/2026).
Suspensi ini dilakukan sebagai langkah cooling down setelah saham MSIN mengalami lonjakan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat. Pada penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026), saham MSIN tercatat naik 11,39% ke level Rp1.320. Dalam sepekan, saham ini melesat hingga 58,08%, bahkan melonjak 166,13% dalam satu bulan terakhir.
BEI menegaskan, penghentian sementara perdagangan dilakukan di pasar reguler dan tunai untuk memberikan waktu bagi investor dalam mempertimbangkan keputusan investasinya secara lebih matang berdasarkan informasi yang tersedia.
Lonjakan harga saham MSIN tidak terlepas dari sejumlah sentimen korporasi, termasuk rencana aksi strategis perseroan untuk melakukan pencatatan saham di Hong Kong Exchanges and Clearing Limited melalui skema secondary listing. Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi global perusahaan di sektor hiburan digital.
Direktur Utama MSIN Angela Tanoesoedibjo menyatakan bahwa perseroan juga melakukan penyesuaian struktur manajemen guna mendukung percepatan operasional dan memenuhi standar tata kelola internasional.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 8 April 2026, pemegang saham menyetujui sejumlah perubahan penting, termasuk pemberhentian dan pengangkatan anggota dewan komisaris serta direksi. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan praktik terbaik, khususnya terkait komposisi independensi pengurus perusahaan.
Di tengah dinamika tersebut, IHSG diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Peluang penguatan masih terbuka, namun investor diingatkan untuk tetap mencermati area koreksi serta perkembangan sentimen global dan domestik yang dapat memengaruhi arah pasar.

