Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan Rabu (3/6/2026), setelah mencatat kenaikan lebih dari 1% pada sesi sebelumnya yang ditopang penguatan saham-saham berkapitalisasi besar.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 6.195 hingga 6.290. Secara teknikal, level support berada di area 6.060, sedangkan resistance berada pada kisaran 6.290.
Dalam riset hariannya, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan pergerakan indeks masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal dan domestik, termasuk perkembangan geopolitik global, potensi dampak rebalancing indeks FTSE Russell pada akhir Juni 2026, serta peluang kembalinya aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.
Selain itu, stabilisasi nilai tukar rupiah dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar dalam jangka pendek setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup dalam terhadap dolar Amerika Serikat.
Di tengah prospek penguatan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan investor mencermati tiga saham pilihan, yakni PT Surya Pertiwi Tbk (SUPA) dengan target harga Rp885-Rp915, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dengan target harga Rp162-Rp166, serta PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) dengan target harga Rp705-Rp745.
Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG ditutup menguat 68,05 poin atau 1,11% ke level 6.195,43. Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp1,39 triliun.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar mencapai Rp254,59 miliar. Selanjutnya PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp244,22 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp156,07 miliar.
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh reli saham-saham yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 24,85% hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) di level Rp4.120 per saham.
Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melonjak 24,60% menjadi Rp785 dan saham TPIA menguat 6,44% ke level Rp1.900. Kenaikan indeks juga didukung saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melesat 25% hingga mencapai Rp615 per saham.
Dari sisi sektoral, saham sektor energi menjadi penyumbang penguatan terbesar dengan kenaikan 1,61%, diikuti sektor bahan baku sebesar 1,32%, sektor keuangan 0,27%, dan sektor infrastruktur 0,64%.
Sebaliknya, tekanan masih terjadi pada saham-saham sektor teknologi, properti, kesehatan, dan transportasi yang ditutup di zona merah.
Sejumlah saham juga mencatatkan kenaikan signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas pada perdagangan kemarin. Di antaranya saham PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) yang melonjak 34,94% menjadi Rp112, PT Nusantara Inti Corpora Tbk (NZIA) naik 34,85% menjadi Rp178, PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) menguat 34,07% menjadi Rp122, serta DSSA, BREN, CUAN, dan PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) yang juga mencatatkan kenaikan lebih dari 24%.
Pelaku pasar kini menantikan keberlanjutan arus dana asing serta perkembangan sentimen global yang akan menentukan arah pergerakan IHSG dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

