Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Profit Taking dan Sentimen Kebijakan Tekan Pasar

IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Profit Taking dan Sentimen Kebijakan Tekan Pasar

Market Gusti Tetiro22 Januari 2026 / 07:28 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (22/1/2026), seiring meningkatnya tekanan jual pasca-indeks mencetak rekor tertinggi serta dibayangi sentimen domestik dan global.

Pada perdagangan Rabu (21/1/2026), IHSG terkoreksi 1,36% ke level 9.010,3. Pelemahan ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks mencatatkan level tertinggi sepanjang masa pada sesi sebelumnya.

Phintraco Sekuritas menilai koreksi IHSG diperparah oleh sentimen domestik, khususnya keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan akibat pelanggaran lingkungan. Kebijakan tersebut memicu kehati-hatian pelaku pasar terhadap prospek sejumlah emiten di sektor terkait.

Tekanan jual terjadi secara merata di berbagai sektor. Sektor industri mencatatkan penurunan terdalam sebesar 6,33%, disusul sektor properti yang melemah 3,44%, serta sektor transportasi yang turun 3,04%. Pelemahan lintas sektor ini menjadi faktor utama yang menekan pergerakan IHSG.

“Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, disertai penyempitan area positif MACD serta stochastic RSI yang bergerak turun dari area overbought. Kondisi ini membuka peluang lanjutan koreksi dengan potensi pengujian area support di kisaran 8.950–9.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, Rabu (21/1/2026).

Dari sisi kebijakan moneter, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75% dinilai relatif sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, kebijakan tersebut belum cukup kuat menjadi katalis penahan koreksi IHSG, mengingat fokus BI saat ini lebih diarahkan pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah sentimen global, terutama pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos. Selain itu, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal III-2025 yang diperkirakan tumbuh solid sebesar 4,3% secara kuartalan (QoQ) turut menjadi perhatian.

Baca Juga  IHSG Rontok, 22 Saham ARB; TPIA dan STAR Cetak Kenaikan Tertinggi

Proyeksi pertumbuhan tersebut mengindikasikan momentum ekonomi AS yang masih kuat, didorong oleh berlanjutnya konsumsi rumah tangga, pemulihan kinerja ekspor, serta meningkatnya kontribusi belanja pemerintah.

Untuk perdagangan Kamis (22/1/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) sebagai pilihan trading.

BEI IDX IHSG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePrabowo Bertemu Raja Charles Usung Diplomasi Lingkungan Konservasi Gajah Sumatra
Next Article Waspadai Lanjutan Koreksi IHSG Akibat Geopolitik AS & Tekanan Sektor Industri

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Jokowi: Kewenangan Kejaksaan

Ahmad Nuryaman23 Juni 2026 / 13:17 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.