Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan meski sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya. MNC Sekuritas menilai pelemahan indeks lebih merupakan koreksi teknikal dalam tren naik yang masih berlangsung.
Dalam laporan MNCS Daily Scope Wave, Jumat (24/7/2026), MNC Sekuritas mencatat IHSG turun 0,30% ke level 6.315 dengan tekanan jual yang meningkat.
“Posisi pergerakan IHSG saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) dari wave [iv],” tulis tim riset MNC Sekuritas.
Secara teknikal, MNC memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.470-6.667, sekaligus menutup area gap yang masih terbuka. Namun, sebelum melanjutkan kenaikan, pelaku pasar diminta mencermati potensi koreksi jangka pendek ke area 6.146-6.219.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 6.226 dan 6.111, sedangkan resistance berada di 6.599 dan 6.705.
Seiring prospek tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang layak dicermati investor.
BBRI direkomendasikan Buy on Weakness setelah saham ini terkoreksi 0,99% ke level 2.990 dengan tekanan jual, namun masih bertahan di atas MA60. Posisi BBRI diperkirakan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c].
Buy on Weakness: 2.910-2.950
Target harga: 3.120 dan 3.180
Stop loss: di bawah 2.890
Sementara itu, BRPT juga mendapat rekomendasi Buy on Weakness. Saham ini turun 2,19% ke level 1.790 dan masih bertahan di atas MA60. MNC memperkirakan BRPT sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C.
Buy on Weakness: 1.600-1.770
Target harga: 2.000 dan 2.110
Stop loss: di bawah 1.570
Untuk saham EMAS, MNC Sekuritas menilai tren penguatan masih berlanjut setelah saham tersebut naik 4,72% ke level 6.100 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat dan bergerak di atas MA20.
Buy on Weakness: 5.975-6.075
Target harga: 6.450 dan 6.700
Stop loss: di bawah 5.875
Adapun EXCL direkomendasikan Buy on Weakness setelah terkoreksi tipis 0,39% ke level 2.540. Meski mengalami tekanan jual, saham ini masih bertahan di atas MA20 dan diperkirakan berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C.
Buy on Weakness: 2.480-2.520
Target harga: 2.660 dan 2.740
Stop loss: di bawah 2.430

