Tangerang (Tutur.co.id) – Timnas Putri Indonesia tiba di Tanah Air setelah sukses mempertahankan gelar juara AFF Putri 2026. Skuad Garuda Pertiwi mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (23/7/2026) malam.
Kapten Safira Ika bersama para pemain, pelatih, dan ofisial baru keluar dari Terminal 3 sekitar pukul 20.20 WIB. Kedatangan skuad Garuda Pertiwi disambut langsung Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi beserta jajaran pengurus. Yunus menyampaikan salam sekaligus ucapan selamat dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir kepada seluruh pemain dan tim pelatih.
“Bapak Ketua PSSI meminta saya dan Exco menjemput anak-anak sebagai bentuk apresiasi. Ini sangat wajar karena mereka telah memberikan yang terbaik untuk Timnas Putri Indonesia setelah menjadi juara di Kuala Lumpur,” ujar Yunus.
Dominasi Timnas Putri Indonesia di AFF Putri 2026
Timnas Putri Indonesia memastikan gelar juara AFF Putri 2026 setelah menghancurkan Laos dengan skor telak 5-0 pada partai final di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (22/7/2026). Lima gol kemenangan Indonesia dicetak Sydney Hopper, Isabelle Nottet, Estella Loupatty, Felicia de Zeeuw, dan Emily Nahon.
Sepanjang turnamen, performa Garuda Pertiwi tampil sangat dominan. Dari empat pertandingan, Indonesia mencatatkan 10 gol, tidak terkalahkan, dan hanya sekali kebobolan, yakni saat menghadapi Kamboja.
Keberhasilan tersebut juga membuat Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama yang mampu menjuarai AFF Putri dalam dua edisi berturut-turut (back-to-back).
“Hasil ini menjadi kebanggaan tersendiri karena anak-anak sudah memberikan yang terbaik untuk sepak bola putri Indonesia. Ke depan masih ada sejumlah agenda penting dan kami berharap mereka kembali memberikan prestasi bagi Indonesia,” kata Yunus.
Lolos ke ASEAN Women’s Championship 2027
Berkat status juara AFF Putri 2026, Timnas Putri Indonesia berhak melaju ke ASEAN Women’s Championship 2027 bersama Laos sebagai runner-up dan Singapura yang finis di posisi ketiga.
Turnamen tersebut merupakan level kompetisi yang lebih tinggi di kawasan Asia Tenggara. Indonesia nantinya akan menghadapi kekuatan utama sepak bola putri ASEAN seperti Australia, Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Filipina yang telah lebih dulu memastikan tempat melalui ASEAN Women’s Championship 2025.
“Tahun depan mereka tampil di ASEAN Cup senior putri. Karena itu kami merencanakan FIFA Matchday pada bulan Oktober. Nanti akan dilihat apakah digelar di dalam negeri atau ke luar negeri. Semuanya masih dipersiapkan bersama pelatih,” jelas Yunus.
Ia menegaskan target yang dipasang PSSI bukan sekadar menjadi peserta, melainkan mampu bersaing di papan atas Asia Tenggara.
“Kami berharap mereka minimal bisa finis di empat besar ASEAN Women’s Championship 2027 karena masih ada Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Filipina yang merupakan tim-tim kuat di kawasan ini,” pungkasnya.

