Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu (7/1/2026), seiring dominasi volume pembelian yang mencerminkan minat risiko investor masih terjaga, pada perdagangan hari sebelumnya.
IHSG pada Selasa kemarin ditutup menguat 0,84% ke level 8.933. Dengan capaian tersebut, indeks acuan telah memenuhi target terdekat di area 8.900, sekaligus mengonfirmasi kelanjutan momentum bullish jangka pendek.
Kepala Riset Ritel MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, secara teknikal posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], yang membuka ruang penguatan lanjutan dalam waktu dekat.
“Dengan struktur pergerakan tersebut, IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan dan dapat mencermati area penguatan selanjutnya pada rentang 8.959 hingga 8.994,” ujar Herditya dalam riset MNCS Daily Scope Wave, Rabu (7/1).
Namun demikian, Herditya mengingatkan pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi volatilitas jangka pendek, terutama apabila indeks bergerak mendekati area resistansi psikologis. Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas mencatat area support IHSG berada di level 8.867 hingga 8.776, sementara resistance terdekat berada di kisaran 8.960 hingga 8.996.

Seiring dengan prospek teknikal tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai masih menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yakni PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG), dan PT Timah Tbk. (TINS).
Penguatan IHSG yang masih ditopang oleh volume pembelian mengindikasikan sentimen pasar saham domestik tetap relatif konstruktif, meskipun pelaku pasar diimbau untuk tetap selektif dan disiplin dalam mengelola risiko seiring indeks bergerak di area rekor.

