Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan hingga menembus level 7.400 dalam jangka menengah, selama mampu bertahan di area krusial dan didukung aliran dana asing serta stabilitas global.
Analis pasar modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai IHSG saat ini berada dalam fase krusial. Jika mampu bertahan di atas level 7.200, peluang menuju resistance 7.320–7.350 terbuka.
“Jika didukung aliran dana asing dan stabilitas global, bukan tidak mungkin IHSG kembali menguji area 7.400 dalam jangka menengah,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Namun, ia mengingatkan bahwa kegagalan bertahan di level tersebut dapat membawa IHSG kembali ke area konsolidasi 7.000–7.100.
Lonjakan IHSG sebesar 4,42% ke level 7.279 pada perdagangan sebelumnya dinilai sebagai respons cepat pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik, setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran.
“Sentimen ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama setelah Selat Hormuz kembali dibuka,” kata Hendra.
Penurunan harga minyak, penguatan rupiah, serta meningkatnya minat pada aset berisiko turut memicu relief rally di pasar saham. Meski demikian, penguatan ini dinilai masih bersifat sentimen jangka pendek.
“Selama gencatan bersifat sementara, volatilitas pasar masih akan tinggi,” ujarnya.
Untuk perdagangan, sejumlah saham yang direkomendasikan antara lain MBMA, JPFA, SCMA, dan BUMI dengan pendekatan trading jangka pendek

