Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi menguji level resistance 7.080 pada perdagangan Selasa (5/5/2026), didorong kombinasi sentimen domestik yang relatif positif.
PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia menyebutkan melandainya inflasi ke kisaran 2,42% serta surplus neraca perdagangan sebesar US$3,32 miliar menjadi penopang utama pergerakan indeks, meskipun tekanan masih datang dari kontraksi PMI manufaktur.
Di sisi nilai tukar, rupiah diperkirakan menguat terbatas ke kisaran Rp17.100–Rp17.150 per dolar AS.
“Apresiasi ini utamanya ditopang oleh solidnya surplus neraca perdagangan sebesar USD 3,32 miliar yang memperkuat pasokan valas domestik,” tulis Korea Investment dalam risetnya.
Dari pasar komoditas, pergerakan harga menunjukkan dinamika beragam. Harga minyak menguat akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan risiko gangguan pasokan, sementara emas dan tembaga justru melemah karena kekhawatiran inflasi serta penguatan dolar AS yang menekan permintaan.
Dalam rekomendasi teknikal hari ini, Korea Investment menyarankan beli saham TCPI dengan target harga 12.125 hingga 12.475, serta area akumulasi di kisaran 11.600–11.325 dengan stop loss di 11.050.
Sebaliknya, saham BRMS direkomendasikan untuk jual dengan level support di 735 dan 695, serta resistance di 845 hingga 910.

