Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (24/2/2026), setelah ditutup menguat signifikan pada sesi sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG terakhir parkir di level 8.396 atau naik 1,5 persen, dengan catatan net buy investor asing sebesar Rp1,1 triliun di pasar reguler. Arus dana asing tersebut mempertegas sinyal akumulasi di tengah sentimen global dan domestik yang cenderung kondusif.
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih memiliki ruang kenaikan lanjutan.
“Secara teknikal, IHSG masih menunjukkan peluang melanjutkan penguatan menuju area resistance psikologis 8.400–8.500,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Selasa (24/2/2026).
Sentimen Global dan Domestik Menguat
Dari eksternal, pelaku pasar merespons positif putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump. Keputusan tersebut sempat meredakan kekhawatiran eskalasi perang dagang, meskipun Trump kembali menggulirkan wacana tarif global baru sebesar 15 persen.
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat justru ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,66 persen ke level 48.804, S&P 500 turun 1,04 persen ke 6.837,7, dan Nasdaq melemah 1,13 persen ke 22.627,2. Pelemahan Wall Street ini dinilai lebih dipengaruhi aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari progres reformasi pasar modal oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proposal reformasi tersebut disebut mendapat respons konstruktif dari lembaga indeks global MSCI dan FTSE, sehingga berpotensi meningkatkan daya tarik pasar saham domestik di mata investor asing.
Selain itu, data jumlah uang beredar luas (M2) Indonesia tumbuh 10 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Januari 2026, lebih tinggi dibandingkan 9,6 persen YoY pada Desember 2025. Peningkatan likuiditas ini menjadi bantalan tambahan bagi penguatan pasar saham.
Komoditas dan Rekomendasi Saham
BRI Danareksa Sekuritas juga mencermati penguatan harga komoditas global yang turut menopang saham-saham berbasis komoditas. Kondisi ini memperbesar peluang rotasi sektor, terutama pada saham pertambangan dan energi.
Untuk perdagangan Selasa (24/2/2026), BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham MBMA, BIPI, dan SOCI untuk strategi trading jangka pendek.
Secara keseluruhan, kombinasi arus dana asing, likuiditas domestik yang solid, serta dukungan sentimen global membuka peluang IHSG menguji level psikologis 8.500 dalam waktu dekat. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai dinamika kebijakan perdagangan global dan volatilitas bursa eksternal.

