Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif cenderung melemah pada perdagangan Selasa (12/5/2026), di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang masih membayangi pasar.
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.845–6.785 dan resistance 6.965–7.025.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya.
Dari eksternal, penguatan indeks di bursa Wall Street menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average dan saham-saham teknologi di Wall Street ditutup menguat di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia.
Kenaikan harga energi terjadi setelah Donald Trump menolak proposal damai yang diajukan Iran terkait konflik geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip laporan Tasnim News Agency, Iran sebelumnya mengajukan proposal penghentian konflik militer dan pencabutan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.
Namun, Trump menyebut proposal tersebut tidak dapat diterima. Ia bahkan menilai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama sebulan berada dalam kondisi rapuh.
Merespons perkembangan tersebut, harga minyak mentah jenis WTI naik 2,78% menjadi US$98,07 per barel, sedangkan Brent menguat 2,88% ke level US$104,2 per barel.
Selain sentimen global, pasar domestik juga mendapat katalis positif dari penundaan penerapan tarif royalti baru untuk mineral logam dan kenaikan harga sejumlah komoditas.
Meski demikian, investor masih cenderung berhati-hati menjelang pengumuman rebalancing indeks MSCI. Sentimen negatif lain berasal dari berlanjutnya aksi jual investor asing dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Dalam kondisi tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham untuk trading hari ini, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

