Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high-ATH) pada perdagangan kemarin, seiring tetap solidnya sentimen pasar global dan dukungan dari saham-saham berbasis energi, komoditas logam, serta konglomerasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengingat 1,27% atau 111,06 poin ke level 8.859,19 pada perdagangan Senin (5/1).
Kepala Riset Ritel MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, bursa saham global hingga saat ini masih menunjukkan kecenderungan menguat, meskipun tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela sedang memanas.
“Konflik AS–Venezuela sejauh ini kami perkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan bursa saham global. Namun, jika dicermati, eskalasi geopolitik tersebut turut mendorong penguatan harga komoditas, khususnya emas,” ujar Herditya kepada tutur.co.id, Selasa (5/1).
Di sisi domestik, Herditya menilai prospek IHSG sepanjang 2026 masih diwarnai oleh sejumlah sentimen eksternal dan internal, terutama terkait arah kebijakan moneter global. Peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed) masih terbuka dengan estimasi penurunan suku bunga sebanyak satu hingga dua kali sepanjang tahun 2026. Bank Indonesia (BI) juga diproyeksikan memiliki ruang pemangkasan suku bunga acuan satu kali pada tahun ini.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan makroekonomi Amerika Serikat. Data inflasi dan ketenagakerjaan AS yang belum sepenuhnya solid menimbulkan kekhawatiran akan potensi perlambatan ekonomi global ke depan.
“Investor masih relatif berhati-hati karena data inflasi dan tenaga kerja AS belum terlalu kuat, sehingga kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi masih membayangi,” kata Herditya.
Untuk jangka pendek, penguatan IHSG dinilai masih memiliki peluang berlanjut. Pada perdagangan sebelumnya, indeks ditutup menguat dan mencetak ATH baru dengan dukungan utama dari sektor energi dan komoditas logam yang diuntungkan oleh kenaikan harga global, serta saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar.

Menurut Herditya, MNC Sekuritas meyakini target jangka menengah IHSG masih cukup atraktif. Peluang indeks menembus level psikologis 10.000 tetap terbuka, meskipun target yang lebih realistis untuk tahun ini berada di kisaran 9.000.
“Secara teknikal dan fundamental, peluang menuju level 10.000 masih memungkinkan. Namun, untuk tahun ini, area 9.000 menjadi target yang lebih rasional,” pungkas Herditya.
IHSG menurut MNC Sekuritas, saat ini, diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8,852-8,905.
Support: 8,705, 8,584Resistance: 8,870, 8,960. Saham Rekomendasi MNCS: ENRG, PSAB, TPIA, WIFI

