Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tidak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Anjlok 94%, 3000 Kapal Masih Tertahan Tak Boleh Lewat Selat Hormuz, Begini Dampaknya!

Anjlok 94%, 3000 Kapal Masih Tertahan Tak Boleh Lewat Selat Hormuz, Begini Dampaknya!

Internasional Adi P06 April 2026 / 06:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Suasana Selat Hormuz yang menjadi pintu lalu-lintas minyak dunia. Menurut Media Iran, PressTV, sejak Israel menginvasi Iran, lalu lintas kapal turun 94%.(Foto:Tutur/PressTV)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Teheran (tutur.co.id)— Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan turun drastis hingga 94 persen sejak akhir Februari 2026, memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi global. Data terbaru yang dikutip media resmi Iran, Press TV dan Tasnim News Agency pada 5 April 2026, menunjukkan jumlah kapal yang melintasi jalur strategis tersebut anjlok dari sekitar 138 kapal per hari menjadi kurang dari 10 kapal dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan tajam ini menyebabkan antara 2.000 hingga 3.000 kapal tertahan di sekitar Selat Hormuz, menunggu izin untuk melintas di tengah pembatasan yang diberlakukan Iran.
Laporan Al Jazeera yang dikutip dalam data tersebut juga memperkirakan jumlah kapal terdampak mencapai ribuan, sementara Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyebut sekitar 3.200 kapal terjebak di kawasan Teluk Persia. Akibatnya, hampir 20.000 awak kapal dilaporkan tertahan di laut tanpa kepastian waktu keberangkatan, memperparah tekanan pada rantai pasok global.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sehingga gangguan di wilayah ini langsung berdampak pada lonjakan harga energi global. Sejak awal Maret 2026, hanya sekitar 181 kapal yang berhasil melintasi selat tersebut, dengan mayoritas di antaranya merupakan kapal milik Iran atau negara-negara sekutunya.
Beberapa negara seperti China, India, Pakistan, dan Turki dilaporkan masih dapat melintas setelah melakukan negosiasi langsung dengan otoritas Iran, sementara negara-negara yang dianggap terlibat dalam konflik menghadapi pembatasan ketat. Selain pembatasan, setidaknya 24 kapal komersial dilaporkan menjadi sasaran serangan di sekitar Selat Hormuz sejak 1 Maret, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Pembatasan ini diberlakukan Iran sebagai respons terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026, dengan melarang kapal yang terkait dengan pihak tersebut melintasi jalur strategis itu.
Kombinasi antara pembatasan pelayaran dan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk telah mendorong lonjakan tajam harga minyak dan komoditas global. Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap ekonomi dunia, terutama jika gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut tanpa solusi diplomatik.
Baca Juga  OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026, Inflasi Diprediksi Lebih Tinggi Akibat Gejolak Global
Amerika Serikat Harga minyak dunia headline iran israel Penutupan Selat Hormuz Perang Iran Israel AS selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Dibayangi Rupiah dan Harga Minyak, Ini 3 Saham Rekomendasi IPOT
Next Article Harga Minyak Dunia Diprediksi Bertahan Tinggi hingga Kuartal III 2026, Dampaknya Mengalir ke Indonesia

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Purbaya Nilai Kesalahan Fatal Dirut BEI, Sinyal Positif Bursa, Saatnya Serok-Serok!

Adi P31 Januari 2026 / 10:30 WIB

Febrie Tidak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.