Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya stabil, harga logam mulia diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada Rabu, 25 Februari 2026.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, melihat peluang penguatan harga emas Antam dalam beberapa hari ke depan. Ia memproyeksikan harga berpotensi menembus level Rp3.150.000 per gram, yang menjadi area resistance terdekat hingga akhir pekan ini.
“Kemungkinan besar resisten kedua harga logam mulia di Rp3.150.000 per gram,” ujarnya.
Meski demikian, Ibrahim mengingatkan bahwa volatilitas pasar tetap membuka ruang koreksi. Jika terjadi tekanan jual, harga emas diperkirakan memiliki penopang awal di Rp2.950.000 per gram. Bila pelemahan berlanjut, level Rp2.900.000 per gram menjadi area support berikutnya yang perlu dicermati investor.
Lonjakan harga sudah terlihat dalam dua hari terakhir. Berdasarkan laman Logam Mulia, harga emas Antam pada Selasa (24/2/2026) naik tajam Rp40.000 menjadi Rp3.068.000 per gram. Sehari sebelumnya, Senin (23/2/2026), harga juga menguat Rp16.000 ke posisi Rp3.028.000 per gram.
Kendati demikian, posisi tersebut masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026. Artinya, ruang menuju level puncak historis masih terbuka apabila sentimen global kembali mendukung harga emas.
Sejalan dengan kenaikan harga jual, nilai buyback atau pembelian kembali emas Antam turut meningkat. Pada Selasa (24/2/2026), harga buyback melonjak Rp41.000 menjadi Rp2.854.000 per gram.
Untuk transaksi, investor perlu memperhatikan ketentuan pajak sesuai PMK No 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Sementara itu, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP.
Dengan harga yang bergerak mendekati level tertinggi sepanjang sejarah, pelaku pasar kini menanti apakah emas Antam mampu menembus resistance Rp3,15 juta per gram atau justru kembali terkoreksi mengikuti dinamika global.

